Scroll untuk membaca artikel
Baehaqi Almutoif
Kamis, 27 Februari 2025 | 08:45 WIB
Warga membantu mendorong sepeda motor yang mogok saat melintasi jalan raya terendam banjir di simpang empat Cuwiri, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (26/2/2025). Banjir dipicu hujan tanggul jebol pascaturun hujan deras itu merendam ratusan rumah warga, area persawahan hingga akses jalan raya terendam air hingga lutut orang dewasa. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

SuaraJatim.id - Hujan yang terjadi di sejumlah daerah Jawa Timur (Jatim), menimbulkan banjir. Ratusan rumah hingga beberapa ruas jalan tergenang yang membuatnya tak bisa dilewati.

Di Tulungagung, banjir merendam ratusan rumah di Desa Simo dan Majan, Kecamatan Kadengwaru, serta Desa Podorejo dan Mojosari, Kecamatan Kauman.

Dikutip dari Antara, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung mencatat, selain ratusan rumah terdampak, banjir juga menggenangi puluhan hektare sawah dan menutup ruas jalan raya jurusan Tulungagung-Kediri. Arus lalu lintas di titik utara simpang empat Cuwiri melambat.

Kabid Kedaruratan Bencana dan Logistik BPBD Tulungagung, Gilang Zelakusuma, mengatakan, banjir di Desa Mojosari ini dipicu oleh meluapnya debit air sungai. "Untuk yang di Podorejo (dan Mojosari) ini merupakan banjir kedua kalinya terjadi akibat air sungai meluap dan masuk permukiman," katanya, Rabu (27/2/2025).

Baca Juga: Dua Sungai Meluap, 15 Desa di Gresik Terendam Banjir

Sementara itu di Bojonegoro, banjir terjadi di beberapa desa yang dilintasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. Sebanyak 124 rumah terdampak. Rinciannya, 16 rumah di Desa Ngulanan Kecamatan Dander dan 44 rumah berada di Kelurahan Ledok Wetan Kecamatan Bojonegoro.

Kemudian juga beberapa rumah yang ada di dua desa Kecamatan Kalitidu ikut terendam yakni masing-masing 62 rumah di Desa Sukoharjo dan dua rumah di Desa Leran.

Selain itu, banjir di Bojonegoro juga merendam 181 hektar sawah, jalan desa dan kabupaten yang membuat aktivitas warga terganggu.

Lalu di Gresik, banjir terjadi di Kecamatan Balongpanggang, Binjeng, Driyorejo, dan Wringinanom. Sedikitnya ada 4.834 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Sejumlah fasilitas pendidikan, kesehatan, ruas jalan antar-kota di Kabupaten Gresik, dan 194 hektare sawah juga terdampak.

Banjir di Mojokerto merendam tiga kecamatan, yakni Dawarblandong, Kemlagi dan Jetis. Sedikitnya 124 rumah dan 48 hektare lahan pertanian terdampak.

Baca Juga: Waduh! 20 Persen Siswa Tulungagung Pendengarannya 'Bermasalah', Apa Penyebabnya?

Di Sidoarjo banjir terjadi di lima kecamatan, yakni Kecamatan Tanggulangin, Krian, Sidoarjo, Porong dan Candi. Sebanyak 275 unit rumah dan dua unit fasilitas pendidikan terdampak banjir dengan tinggi muka air mencapai 90 sentimeter.

“BPBD Kabupaten Sidoarjo melaporkan kondisi genangan air hingga Rabu (26/2/2025) pukul 11.00 waktu setempat mengalami peningkatan dikarenakan curah hujan yang masih mengguyur wilayah terdampak,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dinukil dari BeritaJatim--partner Suara.com.

Load More