SuaraJatim.id - Kepolisian menerapkan one way atau satu arah di Jalan Letjen Sutoyo, sepanjang Medaeng hingga Bungurasih, Sidoarjo.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Sidoarjo, Iptu Ali Rifqi Mubarok mengatakan, rekayasa lalu lintas tersebut rencananya akan berlaku mulai Tanggal 21 Maret hingga 8 April 2025.
Namun sebelum itu, akan ada uji coba rekayasa lalu lintas yang bakal diterapkan pada 18 Maret 2025.
Iptu Ali Rifqi mengungkapkan, rekayasa lalu lintas tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan kelancaran arus mudik Lebaran 2025.
“Pelaksanaan mulai tanggal 21 Maret hingga 8 April,” ujar Iptu Ali Rifqi disadur dari BeritaJatim--partner Suara.com, Senin (17/3/2025).
Rencananya, wilayah Bungurasih hanya akan ada satu arah. Kendaraan yang melintas di Jalan Letjen Sutoyo dari arah Medaeng akan diberlakukan satu arah menuju timur.
Rekayasa Lalu Lintas di Medaeng
Kepolisian akan memberlakukan rekayasa lalu lintas, seperti ini skema yang kemungkinan diterapkan.
1. Pengendara yang keluar dari gang Jalan Asrama Brimob, gang Jalan Komplek Kehakiman, Jalan Yos Sudarso, dan gang Jalan Joyoboyo diwajibkan belok kanan. Belok kiri tidak diperbolehkan.
2. Kendaraan yang keluar dari gang Ramayana serta pintu keluar Terminal Purabaya wajib belok kiri dan tidak diizinkan belok kanan.
Baca Juga: BRImo Perkenalkan Fitur Zakat Digital, Masyarakat Dapat Berbagi Lebih Cepat
3. Kendaraan dari arah Sidoarjo dilarang belok kiri di persimpangan layang Waru. Pengguna jalan yang hendak menuju Jalan Letjen Sutoyo atau Medaeng harus lurus ke Bundaran Waru.
4. Seluruh kendaraan dilarang memasuki gang yang berada di sekitar jalan menuju Bundaran Waru guna menghindari kemacetan.
5. Kendaraan dari arah Surabaya dilarang melakukan putar balik di bawah flyover Waru.
6. Di terowongan Mal Sidoarjo, kendaraan roda empat atau lebih (kecuali sepeda motor) dari arah Masjid Agung tidak diperkenankan melewati terowongan. Mereka dialihkan ke jalur kiri atau ke depan mal.
7. Mobil yang keluar dari exit Mal Sidoarjo akan diarahkan belok kiri dan tidak diperbolehkan belok kanan melewati terowongan.
Kapan Hari Raya Idul Fitri?
Muncul pertanyaan mengenai jadwal Hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal berapa. Pemerintah memperkirakan Lebaran Idul Fitri 2025 akan jatuh pada 31 Maret atau 1 April 2025. Mengacu pada Kalender Hijriah 2025 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Sementara itu, melihat hari libur nasional serta cuti bersama tahun 2025, juga sudah ditetapkan libur lebaran pada 31 Maret atau 1 April 2025. Kendati demikian, kepastian tanggal Lebaran Idul Fitri 2025 baru akan diumumkan setelah sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI pada akhir bulan Ramadan.
Sedangkan Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Lebaran Idul Fitri 2025 jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Keputusan ini didasarkan pada Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah 1446 H.
Puncak Arus Mudik
Kepolisian Republik Indonesia mengungkapkan bahwa prediksi arus mudik lebaran 2025 akan berlangsung pada tanggal 28 Maret-30 Maret 2025. Lalu untuk prediksi arus balik lebaran 2025 menurut Kepolisian Republik Indonesia yakni berlangsung pada tanggal 5 April - 7 April 2025 mendatang.
Kemudian Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik lebaran 2025 akan berlangsung pada tanggal 28 Maret 2025 atau H-3 menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan puncak arus balik lebaran 2025 akan berlangsung pada tanghal 6 April 2025 atau pada H+5 lebaran Idul Fitri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Pemuda 18 Tahun Perkosa Penyandang Disabilitas di Lamongan, Kenalan Lewat Instagram
-
Lewat BRIVolution Reignite, BRI Bukukan Transaksi Rp7.057 Triliun
-
5 Fakta Pemuda Begal Payudara Siswi SMA Blitar Saat Puasa, Dikejar Warga hingga Diringkus Polisi
-
Ibu-Anak Tewas Tanpa Busana di Bekas Asrama Polri Jombang, Diduga Tenggak Cairan Kimia
-
5 Fakta Kasus Satpam Perkosa Siswi SMP di Tuban: Kenalan Lewat Telegram, Disetubuhi di Kos!