Selama proses flaring atau pembakaran ini berlangsung, warga dilarang untuk mendekat. Petugas ke polisian juga sudah memasang garis polisi di radius 5 meter dan 50 meter, agar warga tidak mmendekat.
Apa itu Gas Rawa?
Gas rawa, atau yang juga dikenal sebagai biogenic shallow gas merupakan gas yang terbentuk secara alami di lingkungan rawa. Gas rawa ditemukan di lapisan batuan dangkal di area rawa atau sawah.
Gas ini biasanya dihasilkan oleh bakteri metanogenik yang hidup di lingkungan anaerobik (tanpa oksigen) di rawa. Bakteri ini menguraikan bahan organik yang ada di rawa, menghasilkan gas metana sebagai produk sampingan.
Komponen utama gas rawa adalah metana (CH4), yang merupakan gas yang mudah terbakar. Gas rawa umumnya tidak berbau, bertekanan rendah, dan muncul sebagai rembesan gas di area yang luas.
Gas rawa dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif, misalnya untuk keperluan rumah tangga, menggantikan LPG atau kayu bakar. Pemanfaatan gas rawa dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil.
Bojonegoro merupakan salah satu daerah penghasil gas bumi di Indonesia. Produksi gas dari Bojonegoro memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi gas nasional.
Produksi gas di Bojonegoro terutama berasal dari Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB), yang dioperasikan oleh Pertamina EP Cepu (PEPC). Pada tahun 2023 produksi gas PEPC dari tiga lapangan yang ada di Bojonegoro mencapai 207,84 MMSCFD.
Bojonegoro berpotensi menjadi salah satu kabupaten terkaya di indonesia dengan adanya Sumber Daya Migas ini.
Baca Juga: Tips Aman Tinggalkan Rumah Saat Lebaran dari Pemkot Surabaya, Mudik Jadi Tenang
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan
-
Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji
-
Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan
-
Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat
-
Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang