- Lokasi terdampak bencana angin kencang di Dusun Timur Jurang, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung
- Pemerintah akan mendampingi korban sampai keadaan benar-benar pulih
- Tidak ada korban jiwa maupun luka berat
SuaraJatim.id - Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur bergerak cepat menangani korban bencana angin kencang untuk memastikan situasi aman dan masyarakat dalam kondisi tenang di Desa Kalipenggung.
Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma turun langsung ke lokasi terdampak bencana angin kencang di Dusun Timur Jurang, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Senin 6 Oktober 2025.
"Kami datang untuk memastikan bahwa seluruh kebutuhan dasar warga tertangani dan langkah pemulihan berjalan segera. Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa ketenangan," kata Bupati Lumajang yang biasa dipanggil Bunda Indah.
Menurut dia warga tidak sendiri dan pemerintah akan mendampingi korban sampai keadaan benar-benar pulih.
Tidak ada korban jiwa maupun luka berat akibat kejadian tersebut, sehingga kondisi itu menegaskan bahwa penanganan cepat dan koordinasi antar-unsur berjalan efektif.
Berdasarkan data BPBD Lumajang, bencana angin kencang tersebut menyebabkan empat rumah rusak berat dan 28 rumah rusak ringan, serta menumbangkan sejumlah pohon besar di sekitar permukiman.
Aliran listrik sempat terputus, namun petugas PLN bersama tim gabungan telah berhasil memulihkan sebagian besar jaringan.
Tim BPBD, Dinas Sosial, relawan desa tangguh bencana, dan unsur TNI-Polri telah bergerak mengevakuasi material, membersihkan akses jalan, serta membantu warga memperbaiki rumah yang rusak ringan.
Menurut dia langkah lanjutan kini difokuskan pada pemulihan infrastruktur ringan, pendataan kerusakan rumah, dan penyaluran bantuan material.
Baca Juga: Inovasi Pemuda Lumajang Ubah Limbah Makan Bergizi Gratis Jadi Produk Ramah Lingkungan
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman telah mulai melakukan asesmen untuk menentukan jenis bantuan perbaikan yang dibutuhkan masing-masing keluarga.
Selain itu, Dinas Sosial Lumajang juga berkoordinasi dengan BPBD untuk memberikan bantuan psikososial, terutama bagi anak-anak dan lansia yang mengalami ketakutan akibat kejadian tersebut.
Pemerintah memastikan setiap warga mendapatkan dukungan menyeluruh, bukan hanya secara fisik, tapi juga mental dan sosial.
Bunda Indah menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang tidak hanya fokus pada tanggap darurat, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi cuaca ekstrem.
"Kami akan terus memperkuat edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat desa. Mitigasi harus menjadi budaya baru di Lumajang, agar setiap keluarga tahu apa yang harus dilakukan saat bencana datang," katanya.
Ia mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik. Cuaca ekstrem memang tidak bisa dihindari, tetapi bisa dihadapi dengan kesiapan, kebersamaan, dan komunikasi yang baik dengan aparat setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Janji Bebas Rp 40 Juta Berujung Tragis, Napi Makelar Dihajar di Lapas Blitar hingga Kritis
-
Janda di Pasuruan Melonjak Gegara Nikah Siri, 48 Istri Gugat Cerai Usai Suami Ketahuan Poligami
-
Kecelakaan Maut di Manyar Gresik, Pemotor Tewas Terlindas Truk Trailer!
-
Erupsi Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas 5 Kilometer, BPBD Lumajang Keluarkan Imbauan Waspada
-
Jatim Target Produksi Jagung Tembus 5,4 Juta Ton 2026, Khofifah Ungkap Potensi Surplus Besar