- Komisi E DPRD Jatim menyoroti banyaknya PHK beberapa waktu belakangan.
- Karena itu harus ada pelatihan kerja yang sesuai dengan perkembangan zaman.
- DPRD Jatim mengusulkan untuk penambahan kepada Disnakertrans Rp18,5 miliar.
SuaraJatim.id - Komisi E DPRD Jatim menyoroti banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) beberapa waktu belakangan. Legislatif memandang fenomena tersebut harus disikapi serius oleh pemerintah provinsi (pemprov).
Juru Bicara Komisi E DPRD Jatim di rapat paripurna, Rasiyo mengatakan, pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan zaman menjadi kebutuhan wajib.
Pemprov Jatim harus mampu menyediakan pelatihan kerja yang bermutu dan sesuai dengan tuntutan di era yang serba digital.
Komisi E DPRD Jatim mengusulkan tambahan anggaran kepada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur.
"Komisi E merekomendasikan untuk memberikan tambahan anggaran kepada Disnakertrans Rp18,5 miliar," ujar Rasiyo dalam sidang paripurna, Senin (3/11/2025).
Tambahan anggaran tersebut digunakan untuk renovasi gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Bendul Merisi Surabaya sebesar Rp13,5 miliar.
Sedangkan sisanya, untuk pelaksanaan pelatihan kerja melalui Mobile Training Unit (MTU) sebesar Rp5 miliar.
Selain menambahkan anggaran, Komisi E DPRD Jatim juga menyarankan agar Disnakertrans merancang materi pelatihan kompetensi kerja yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Dunia kerja sudah masuk di era digital, Disnakertrans harus bisa menyesuaikannya.
Baca Juga: DPRD Jatim Sentil Skema Dana Pengganti TKD: Apa itu Maksudnya?
"Disnakertrans harus merancang materi pelatihan kompetensi kerja berbasis digital yang banyak diminati Gen Milineal dan Gen Z. Selain itu, Disnakertrans harus mampu menfasilitasi dan melakukan pendampingan agar para lulusan mampu diserap di lapangan kerja atau membuka bisnis mandiri berbasis digital dan bahkan bisa menjadi konten kreator pada Youtube, Facebook, Tiktok, Instagram, dan lainnya," bebernya.
Usulan tambahan juga diberikan untuk dinas sosial sebesar Rp50 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk dukungan penguatan Sekolah Rakyat, Program Putri Jawara dan KIP Jawara, dan peningkatan layanan penyelenggaraan sosial pada UPT Dinas Sosial.
Kemudian rekomendasi tambahan anggaran juga diampaikan untuk Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur yang akan digunakan pada kegiatan penanganan kasus kekerasan.
Total yang diusulkan ada sebesar Rp2,5 miliar dan untuk pelatihan pemberdayaan perempuan kelompok rentan sebesar Rp2,5 miliar.
Tambahan anggaran juga direkomendasikan untuk Dinas Pemuda dan Olahraga Jatim sebesar Rp3 miliar untuk pelaksanaan Pelatihan Pemberdayaaan Ekonomi Pemuda.
"Komisi E merekomendasikan untuk memberikan tambahan alokasi anggaran bagi RS Jiwa Menur sebesar Rp1,7 miliar untuk pengadaan mobil ambulans," kata Rasiyo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dijual Rp400 Juta: Horor Penyekapan Warga Jepang di Markas Scamming Surabaya
-
Teka-teki Kerangka Manusia Mengering di Area Tambak Surabaya
-
Gubernur Khofifah Pimpin Panen dan Percepatan Tanam: Produksi Naik 5 Persen, Target Ekspor Beras
-
Pendidikan di Ujung Tanduk: Saat Proyek KDMP Mengancam Eksistensi SDN Tegalrejo 1 Blitar
-
BRI Bayar Dividen Tunai Rp31,47 Triliun, Strategi Laba Tetap Berkelanjutan