- Pendapatan asli daerah (PAD) Jatim 2026 diproyeksikan Rp26,30 triliun. Sedangkan belanja provinsi diprediksi akan menghabiskan Rp27,22 triliun pada tahun depan.
- PAD masih bergantung pada PKB dan BBNKB, pajak konsumtif yang banyak ditanggung rakyat kecil.
- Perlu ada pemasukan dari sektor lain, salah satunya BUMD.
SuaraJatim.id - DPRD Jatim terus membahas anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) secara maraton sebelum tutup tahun.
Pendapatan asli daerah (PAD) Jatim 2026 diproyeksikan Rp26,30 triliun. Sedangkan belanja provinsi diprediksi akan menghabiskan Rp27,22 triliun pada tahun depan.
Jumlah proyeksi PAD tersebut turun Rp1,96 triliun dari usulan awal. Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim dalam pendapatan akhir terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Jatim 2026 menyoroti penurunan dalam pembahasan APBD tersebut.
Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Y Ristu Nugroho dalam rapat paripurna mengatakan, penurunan PAD harus menjadi perhatian.
Seperti diketahui, penurunan tersebut disebabkan oleh Transfer ke Daerah (TkD) yang anjlok 24 persen akibat kebijakan konsolidasi fiskal pemerintah pusat. “Ini sinyal serius bagi keberlanjutan fiskal Jatim. Tingginya ketergantungan pada pusat menunjukkan lemahnya kemandirian daerah,” ujar Ristu, Sabtu (15/11/2025).
Selain itu, PAD masih bergantung pada PKB dan BBNKB, pajak konsumtif yang banyak ditanggung rakyat kecil. Struktur pajak dalam komposisi pendapatan daerah mencapai 76 persen.
Perlu ada perluasan pajak berbasis hijau, energi terbarukan, dan ekonomi digital.
Ristu juga menekankan perlunya peningkatan pendapatan dari sektor lainnya, seperti BUMD.
Kinerja BUMD Jatim memang tengah disorot akhir-akhir ini. Kontribusi dividennya dinilai stagnan, sementara beban operasional semakin tinggi. Pihaknya mendorong agar dilakukan evaluasi menyeluruh.
Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, DPRD Jatim Kebut Raperda Perlindungan Pembudidaya Ikan dan Garam
Politikus asal Madiun itu menilai, dibutuhkan perencanaan bisnis yang benar-benar matang untuk lebih meningkatkan kinerja BUMD. Selain profesionalisme dan transparansi yang terus ditingkatkan.
“BUMD tidak boleh hidup dari rente aset. BUMD harus menghasilkan nilai tambah untuk rakyat dan memperkuat kemandirian fiskal daerah,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Fraksi PDIP mendukung upaya untuk peningkatan dana bagi hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau dari 3 persen menjadi 5 persen. Mengingat Jatim sebaai salah satu daerah dengan kontribusi yang cukup besar.
Terlepas dari itu, APBD harus diarahkan terhadap penguatan ekonomi rakyat, menekan kemiskinan, memperluas lapangan kerja, serta memastikan pemerataan pembangunan di Jawa Timur.
Dia berharap APBD 2026 bisa menjadi anggaran gotong royong yang berpijak pada nilai keberpihakan, transparansi, dan akuntabilitas politik.
“Dalam semangat Trisakti Bung Karno, kemandirian fiskal hanya bisa dibangun melalui keberanian memperkuat produktivitas rakyat,” tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya
-
JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?
-
Kulakan Sabu di Makam Bangkalan, Pengedar Lintas Madura-Surabaya Diciduk
-
Nekat Terobos Rel Tanpa Palang, Mobil Dihantam KA di Lumajang: Pengemudi Lolos dari Maut
-
Lima Tahun Merger Pelindo, Standardisasi Jadi Kunci Efisiensi