-
Stok obat menipis membuat kesehatan pengungsi semakin mengkhawatirkan setiap hari.
-
Pengungsi alami gangguan pernapasan, pusing, dan trauma pascaerupsi yang berat.
-
Petugas kesehatan mendesak suplai obat tambahan segera untuk penanganan medis.
SuaraJatim.id - Situasi di pos pengungsian erupsi Gunung Semeru kembali menjadi sorotan setelah stok obat menipis. Kekinian, keluhan kesehatan para penyintas Gunung Semeru pun terus meningkat.
Para pengungsi yang sebagian besar terdampak Awan Panas Gunung Semeru, mulai merasakan dampak serius akibat keterbatasan layanan medis di lokasi penampungan.
Di hari-hari terakhir, keluhan kesehatan terdengar semakin sering, terutama dari kelompok lansia dan anak-anak. Mereka yang berada di pos pengungsian tidak hanya berjibaku dengan sesak napas dan pusing, tetapi juga trauma pascabencana yang menambah beban.
Kondisi tersebut diperparah oleh kepadatan tempat tinggal sementara yang minim fasilitas, sehingga masalah kesehatan semakin sulit dikendalikan di tengah situasi pasca-erupsi Gunung Semeru.
Bidan Desa Supiturang, Ika Yuli Suryani, mengungkapkan bahwa mayoritas pengungsi datang dengan gejala napas sesak dan nyeri otot.
Ia menegaskan bahwa para lansia dan anak-anak merupakan kelompok paling rentan di tengah kondisi lingkungan pengungsian yang serba terbatas.
“Untuk keluhan gangguan pernapasan ini kebanyakan dialami lansia dan anak-anak,” ujarnya, dikutip dari media media partner Berijatim.com, Kamis (20/11/2025).
Dalam pengamatannya, banyak penyintas juga mengalami pegal-pegal dan sakit kepala yang semakin sering muncul sejak erupsi Gunung Semeru terjadi.
Selain faktor fisik, Ika menyebut bahwa tekanan mental pascabencana turut memicu keluhan pusing dan kelelahan.
“Banyak dari mereka kehilangan harta benda, sehingga kepanikan ikut memperburuk kondisi tubuh,” jelasnya.
Trauma emosional pun menjadi tantangan tambahan yang membuat penanganan kesehatan di pengungsian tidak sederhana.
Saat ini lebih dari 100 warga terdampak erupsi menempati lokasi pengungsian, mulai dari anak-anak, remaja, lansia, hingga satu ibu hamil yang harus terus dipantau. Namun, jumlah tersebut tidak diimbangi dengan persediaan obat yang memadai.
“Stok dari puskesmas masih belum mampu memenuhi kebutuhan pengungsi,” katanya.
Kekurangan paling mendesak yakni obat sesak napas dan vitamin yang dibutuhkan untuk menjaga kondisi para penyintas Gunung Semeru.
Petugas kesehatan berharap suplai obat tambahan segera tiba agar layanan medis tidak terganggu.
Tag
Berita Terkait
-
Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter
-
Pakai Cara Mirip di Indonesia, Malaysia Diguncang Ujaran Kebencian kepada Etnis Rohingya
-
Sejumlah Gunung Api Berstatus Siaga, Anggota DPR Tagih Kekuatan Sistem Peringatan Dini Pemerintah
-
Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
-
Karhutla Gunung Semeru Padam, Lebih dari 3.000 Hektare Area Terdampak
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Jenazah Tim Medis KMP Virgo 8 Akhirnya Dipulangkan ke Madura
-
Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar
-
Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan
-
Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo
-
BRI DPLK Bisa Dibuka lewat BRImo, Solusi Praktis Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini