- Musim hujan memicu peningkatan kemunculan ular piton di Surabaya.
- Tujuh ular piton ditemukan petugas damkar di sekolah Surabaya.
- Warga diimbau waspada dan segera hubungi layanan darurat.
SuaraJatim.id - Kemunculan ular piton di kawasan permukiman Surabaya kembali membuat warga waspada saat memasuki musim hujan. Fenomena meningkatnya keberadaan ular ini terjadi akibat habitat alaminya mulai tergenang air dan mengalami perubahan suhu.
Kondisi tersebut mendorong reptil agresif ini mencari tempat yang lebih hangat, termasuk ke area permukiman dan fasilitas umum.
Pada Kamis (20/11/2025), kemunculan ular piton dalam jumlah besar menggegerkan lingkungan SMP Negeri 60 Surabaya di Jalan Kalilom Lor Indah.
Petugas Pemadam Kebakaran Surabaya menemukan tujuh ekor ular piton bersarang di satu titik tempat sampah sekolah tersebut.
Temuan ini menjadi salah satu kasus paling mencolok di tengah meningkatnya laporan warga terkait kemunculan ular saat musim hujan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Wasis Sutikno, mengatakan laporan mengenai kemunculan ular piton di sekolah itu masuk pada pukul 12.09 WIB.
“Menerima laporan tersebut kami (petugas damkar) segera memberangkatkan anggota 1 Unit Tempur dari Pos Bulak,” ujar Wasis, dikutip dari BeritaJatim, Kamis (20/11/2025).
Setibanya di lokasi, petugas menemukan tujuh ekor piton yang terdiri dari lima anakan serta sepasang ular dewasa jantan dan betina.
Menurut Wasis, lima anakan piton itu baru menetas dengan panjang sekitar 30 sentimeter. Sementara dua ular dewasa masing-masing memiliki panjang sekitar tiga meter.
Wasis menyebutkan bahwa lokasi tempat sampah yang relatif kering dan terlindung menjadi titik aman bagi induk piton untuk berkembang biak.
Petugas kemudian melakukan evakuasi menyeluruh untuk memastikan area sekolah kembali aman bagi siswa dan tenaga pendidik.
Setelah proses evakuasi selesai, Wasis kembali mengingatkan warga Surabaya agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan ular piton terutama di musim hujan. Ia menekankan pentingnya respon cepat masyarakat ketika menemukan ular di lingkungan sekitar.
“Apabila warga menghadapi kondisi darurat, segera menghubungi Call Center 112 Kota Surabaya atau nomor kedaruratan (WA) 081131112112 untuk penanganan,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Pengemudi Outlander Tewaskan Warga, Pengakuan Tenggak 7 Gelas Alkohol Bikin Murka Publik
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Penyetan Lamongan vs Madura: Serupa tapi Tak Sama, Mana Favoritmu?
-
Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung
-
Gempuran AI & Medsos, Local Media Community Surabaya Ungkap Jurus Media Lokal Bertahan
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bukan Minta Maaf, Pelaku Begal Payudara di Bangkalan Malah Bacok Suami Korban
-
Dicalonkan PWNU Jatim, Cicit KH Hasyim Asy'ari Usung Dua Agenda Besar untuk PBNU
-
Terobosan Muktamar NU: Bahas Usulan Zakat Jadi Diskon Langsung Pajak Terutang