- Tidak ada bukti Puan dan Megawati ancam lengserkan Purbaya.
- Foto unggahan merupakan gabungan gambar tanpa kaitan isu.
- Klaim ancaman terbukti hoaks setelah penelusuran berbagai sumber.
SuaraJatim.id - Beredar narasi di media sosial yang menyebutkan bahwa Ketua DPR RI, Puan Maharani, dan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, mengancam akan melengserkan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam unggahan media sosial Facebook itu, pembuat konten mengutip pernyataan yang disebut berasal dari Megawati dan Puan. Disebutkan bahwa keduanya memperingatkan bahwa “jangankan sekelas menteri, sekelas presiden pun bisa kami lengserkan bila tak sejalan dengan DPR.”
Narasi itu juga menampilkan pernyataan yang diklaim sebagai respons Purbaya. Karena itu, konten tersebut makin banyak diperbincangkan dan menarik perhatian warganet yang ingin mengetahui kebenarannya.
Lantas, benarkah informasi tersebut?
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta Antara, tidak ditemukan rekaman, video, ataupun pernyataan yang menunjukkan Puan Maharani ataupun Megawati Soekarnoputri pernah memberikan ancaman atau peringatan kepada Purbaya.
Selain itu, foto yang digunakan dalam unggahan viral tersebut merupakan hasil penggabungan dari beberapa gambar berbeda. Gambar-gambar itu tidak memiliki kaitan dengan narasi yang dibangun dalam unggahan, sehingga memperkuat indikasi bahwa konten tersebut direkayasa untuk mendukung klaim yang disebarkan.
Pihak berwenang maupun institusi resmi juga tidak pernah merilis informasi terkait pernyataan tersebut. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hubungan antara Puan, Megawati, dan Purbaya berada dalam situasi seperti yang digambarkan dalam unggahan tersebut.
Kesimpulan
Klaim yang menyebutkan Puan dan Megawati ancam melengserkan Purbaya dapat dipastikan tidak berdasar dan masuk dalam kategori hoaks.
Masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai unggahan yang belum diverifikasi. Klarifikasi informasi menjadi penting agar penyebaran konten menyesatkan tidak semakin meluas.
Berita Terkait
-
Penipuan Online hingga Hoaks Bansos, Ini Disinformasi yang Banyak Menyasar Warga Jakarta
-
Gandeng Komdigi, Pemprov DKI Siapkan Duta Antihoaks di Sekolah-Sekolah Jakarta
-
Penipuan Catut Nama Pejabat Marak di Jakarta, Undangan Palsu hingga Phishing Jadi Modus
-
Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda
-
Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Tiga Anggota Polri Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal, Irwasum Tegaskan Bukan Kebijakan Institusi
-
Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun
-
BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan
-
Banjir dan Longsor Terjang Malang Selatan, Sejumlah Akses Jalan Terputus
-
Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek