- BPJS Kesehatan bantah kabar kenaikan iuran 50 persen beredar luas.
- Pemerintah tegaskan belum ada kebijakan resmi terkait kenaikan iuran.
- Wacana penyesuaian iuran tergantung pertumbuhan ekonomi mencapai enam persen.
SuaraJatim.id - Beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa iuran BPJS Kesehatan naik 50 persen. Kabar itu pun viral dan jadi perbincangan publik.
Informasi iuran BPJS Kesehatan naik itu diunggah akun Facebook. Berikut narasinya:
“Prof. Dr. Ali Ghufroj Mukti selaku Direktur Utama Program Kesehatan BPJS ajukan kenaikan perbayar BPJS ke presiden. Pasalnya BPJS sangat dirugikan oleh masyarakat yang hanya berobat gratis.”
Narasi lain juga menuliskan keluhan masyarakat mengenai pelayanan fasilitas kesehatan. Unggahan itu kemudian diperkuat dengan tulisan tambahan:
“Bpjs ingin ajukan kenaikan tarif bayar bulanan 50 %.”
Lantas, benarkah informasi tersebut?
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta Antara, tidak satupun artikel dari media terpercaya yang memberitakan informasi tersebut.
Pihak BPJS Kesehatan melalui akun Instagram resminya juga telah menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan dikategorikan sebagai hoaks.
BPJS Kesehatan memastikan tidak ada kebijakan baru terkait kenaikan iuran BPJS, baik dari pemerintah maupun dari internal lembaga. Hingga saat ini, regulasi mengenai besaran iuran masih sama dan belum mengalami perubahan apa pun.
Sempat muncul wacana penyesuaian tarif dalam Buku II Nota Keuangan dan Rancangan APBN Tahun Anggaran 2026. Namun, wacana tersebut belum menjadi keputusan resmi dan masih berupa kajian. Pemerintah menyampaikan bahwa pertimbangan penyesuaian tarif sangat bergantung pada kondisi ekonomi nasional.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa pembahasan kenaikan iuran BPJS baru akan dilakukan apabila pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen.
“Kenaikan iuran BPJS Kesehatan hanya akan dipertimbangkan apabila pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 6 persen,” ujarnya.
Untuk saat ini, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana menaikkan iuran.
Kesimpulan
Klaim yang beredar mengenai iuran BPJS naik 50 persen adalah hoaks dan tidak memiliki dasar kebijakan. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa informasi melalui kanal resmi BPJS Kesehatan agar tidak terpengaruh unggahan menyesatkan.
Berita Terkait
-
Sinergi BPJS Kesehatan & Mahkamah Agung Didorong untuk Jaga Keberlanjutan Program JKN Nasional
-
Cek Fakta: Benarkah Rowan Atkinson 'Mr. Bean' Kencan dengan Mia Khalifa di Kapal Pesiar?
-
RUU 'Antek Asing': Senjata Lawan Propaganda atau Alat Bungkam Suara Kritis?
-
Viral Purbaya Resmikan Pinjol Yayasan Al Mubarok, Kemenkeu Pastikan Hoaks
-
Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Komitmen Pendidikan Berkualitas, Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan dari BMPS
-
Angin Kencang Terjang Tiga Kecamatan di Pacitan, 7 Rumah Rusak
-
5 Fakta Pikap Sayur Tabrak Penonton Balap Liar di Magetan, 2 Orang Tewas
-
Gubernur Khofifah Tangani Banjir Situbondo Cepat dan Terpadu: Keruk Sungai, Penguatan Infrastruktur
-
5 Fakta Kades di Lumajang Tabrak Pemotor hingga Tewas, Mobil Ngebut!