Riki Chandra
Jum'at, 02 Januari 2026 | 22:01 WIB
Kawasan terendam banjir di Ponorogo. [Dok. BeritaJatim]
Baca 10 detik
  •  Hujan deras awal 2026 sebabkan banjir di empat kecamatan Ponorogo.

  • Sawah, permukiman, dan jalan nasional Ponorogo–Pacitan terdampak genangan.

  • BPBD imbau warga waspada potensi hujan lanjutan dan longsor.

SuaraJatim.id - Empat kecamatan di Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), terendam banjir akibat tingginya intensitas hujan sejak Kamis (1/1/2026) malam. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, mulai dari sektor pertanian hingga akses transportasi.

Berdasarkan catatan BPBD Ponorogo, wilayah terdampak hujan Ponorogo meliputi Kecamatan Bungkal, Balong, Slahung, dan Kauman.

Genangan air tidak hanya merendam lahan pertanian, tetapi juga memasuki permukiman warga dan menutup sebagian ruas jalan nasional jalur Ponorogo–Pacitan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetya, menjelaskan bahwa Hujan Tahun Baru Ponorogo terjadi setelah wilayah tersebut mengalami jeda tanpa hujan hampir dua pekan.

Intensitas hujan yang tinggi dengan durasi cukup panjang, khususnya di wilayah selatan Ponorogo, memicu luapan air di sejumlah desa.

“Ada genangan air beberapa sentimeter, dan beberapa masuk rumah walaupun tidak parah,” ungkap Agung, dikutip dari BeritaJatim, Jumat (2/1/2026).

Di Kecamatan Bungkal, banjir dilaporkan terjadi di Desa Kunti dan Bedi Kulon. Sementara itu, Kecamatan Balong terdampak di Desa Karangan dan Ngampel.

Kondisi serupa juga dilaporkan di Desa Crabak, Kecamatan Slahung, serta Desa Bringinan di Kecamatan Kauman.

Menurut Agung, mayoritas genangan air terjadi di area persawahan. Hektaran sawah yang baru saja ditanami padi terendam air, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi gagal tanam jika genangan tidak segera surut.

Menyikapi hal tersebut, BPBD Ponorogo langsung melakukan langkah penanganan awal bersama instansi terkait.

“Proses respon cepat kami ambil, BBWS akan melakukan assesment lapangan mencari akar masalah banjir ini,” jelasnya.

Selain sektor pertanian dan permukiman, dampak banjir Ponorogo juga dirasakan pada akses transportasi. Di Desa Ngampel, Kecamatan Balong, genangan air setinggi sekitar 5–6 sentimeter sempat menutup jalan nasional Ponorogo–Pacitan sepanjang kurang lebih 500 meter. Kondisi tersebut memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan.

“Siang hari genangan air masih ada, tapi berangsur surut dan ruas jalan masih bisa dilalui walaupun kami minta para pengendara untuk berhati-hati,” tambah Agung.

Lebih lanjut, BPBD Ponorogo mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan kajian BMKG, potensi hujan masih akan berlangsung hingga Minggu (4/1/2026) dengan risiko bencana ikutan, termasuk longsor di wilayah rawan.

“Khususnya warga yang tinggal di area lereng seperti di Ponorogo timur, waspada jika hujan setelah panas terik karena potensi longsor bisa terjadi,” pungkasnya.

Load More