-
Polisi ungkap pisau lipat pelaku dibeli daring sebelum kejadian.
-
Kasus penusukan terjadi dini hari Tahun Baru 2026.
-
Penyidik fokus telusuri persiapan pelaku sebelum penusukan.
SuaraJatim.id - Fakta baru terus bermunculan dalam kasus penusukan di Madiun yang menewaskan seorang remaja pada dini hari Tahun Baru 2026. Polisi mengungkap kronologi penting yang menjadi sorotan, termasuk asal-usul senjata tajam yang digunakan terduga pelaku sebelum peristiwa berdarah itu terjadi.
Peristiwa dalam kasus penusukan Madiun tersebut terjadi pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Jolorante Nomor 8, Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jawa Timur.
Korban diketahui bernama Verind Wibowo Putra (19), warga Jalan Nitinegoro, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, yang meninggal dunia akibat luka tusuk.
Polisi kemudian mengamankan seorang remaja berinisial MRA (16) yang diduga kuat terlibat dalam kasus penusukan Madiun ini.
MRA tercatat sebagai pelajar kelas X di salah satu SMK di Kota Madiun dan berdomisili di Jalan Setinggil, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman.
Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Agus Riadi, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, senjata tajam yang digunakan pelaku merupakan pisau lipat.
Fakta tersebut menjadi bagian penting dalam pengungkapan awal perkara, terutama terkait persiapan sebelum kejadian penusukan terjadi.
“Dari pengakuan terduga pelaku, pisau lipat tersebut dibeli melalui toko online dan memang sengaja dibawa,” ujar AKP Agus, dikutip dari BeritaJatim, Jumat (1/1/2026).
Keterangan itu mengungkap bahwa pisau lipat dibeli online sebelum malam pergantian tahun. Polisi menilai pembelian senjata tajam secara daring tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan untuk menelusuri motif serta rangkaian tindakan pelaku sebelum peristiwa penusukan terjadi.
Setelah kejadian, penyidik juga menelusuri pergerakan pelaku usai melakukan penusukan. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pelaku sempat membuang pisau lipat tersebut ke dalam selokan yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara.
“Pisau sempat dibuang ke selokan. Saat proses pengambilan, petugas mengalami kesulitan karena lubang selokan sangat sempit,” ungkap AKP Agus.
Proses evakuasi barang bukti pun tidak berjalan mudah. Petugas bahkan harus membongkar saluran selokan karena posisi pisau sulit dijangkau dan membahayakan keselamatan petugas di lapangan.
“Selokannya sampai kami bongkar karena posisi pisau sulit dijangkau dan tangan petugas sempat terjepit. Namun akhirnya barang bukti berhasil kami amankan,” tegasnya.
Sementara itu, hingga saat ini penyidik masih menunggu hasil visum et repertum dari RSUD Dr Soedono, Kota Madiun, guna melengkapi berkas penyidikan kasus penusukan Madiun tersebut.
“Hasil visum belum keluar. Itu akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” pungkas AKP Agus.
Berita Terkait
-
Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Kasus ART Tewas di Bogor Berbuntut Panjang, Kuasa Hukum Desak Polisi Periksa Peran Majikan
-
Bukan Orang Jauh, Dalang Pembunuhan Sadis Bocah SD di Sragen Diduga Ayah Tiri
-
Sidang Perdana Kasus Korupsi Maidi Digelar Pekan Depan, KPK Siapkan Pembacaan Dakwaan
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
MAKI Geruduk Kejati Jatim Usai Temuan Emas dan Uang Diduga Milik Jampidsus, Ini Tuntutannya
-
Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi: Optimis Tumbuh
-
Oknum ASN Gresik Resmi Ditahan Usai Jual Mimpi Jadi PPPK Lewat SK Bodong
-
Selamat Jalan Sang Capo: Andie Peci, Pejuang Marwah Persebaya Itu Kini Telah Berpulang
-
BRI Permudah Pembelian ORI030, Investasi ORI Mulai Rp1 Juta