-
Hujan deras awal 2026 sebabkan banjir di empat kecamatan Ponorogo.
-
Sawah, permukiman, dan jalan nasional Ponorogo–Pacitan terdampak genangan.
-
BPBD imbau warga waspada potensi hujan lanjutan dan longsor.
SuaraJatim.id - Empat kecamatan di Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), terendam banjir akibat tingginya intensitas hujan sejak Kamis (1/1/2026) malam. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, mulai dari sektor pertanian hingga akses transportasi.
Berdasarkan catatan BPBD Ponorogo, wilayah terdampak hujan Ponorogo meliputi Kecamatan Bungkal, Balong, Slahung, dan Kauman.
Genangan air tidak hanya merendam lahan pertanian, tetapi juga memasuki permukiman warga dan menutup sebagian ruas jalan nasional jalur Ponorogo–Pacitan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetya, menjelaskan bahwa Hujan Tahun Baru Ponorogo terjadi setelah wilayah tersebut mengalami jeda tanpa hujan hampir dua pekan.
Intensitas hujan yang tinggi dengan durasi cukup panjang, khususnya di wilayah selatan Ponorogo, memicu luapan air di sejumlah desa.
“Ada genangan air beberapa sentimeter, dan beberapa masuk rumah walaupun tidak parah,” ungkap Agung, dikutip dari BeritaJatim, Jumat (2/1/2026).
Di Kecamatan Bungkal, banjir dilaporkan terjadi di Desa Kunti dan Bedi Kulon. Sementara itu, Kecamatan Balong terdampak di Desa Karangan dan Ngampel.
Kondisi serupa juga dilaporkan di Desa Crabak, Kecamatan Slahung, serta Desa Bringinan di Kecamatan Kauman.
Menurut Agung, mayoritas genangan air terjadi di area persawahan. Hektaran sawah yang baru saja ditanami padi terendam air, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi gagal tanam jika genangan tidak segera surut.
Menyikapi hal tersebut, BPBD Ponorogo langsung melakukan langkah penanganan awal bersama instansi terkait.
“Proses respon cepat kami ambil, BBWS akan melakukan assesment lapangan mencari akar masalah banjir ini,” jelasnya.
Selain sektor pertanian dan permukiman, dampak banjir Ponorogo juga dirasakan pada akses transportasi. Di Desa Ngampel, Kecamatan Balong, genangan air setinggi sekitar 5–6 sentimeter sempat menutup jalan nasional Ponorogo–Pacitan sepanjang kurang lebih 500 meter. Kondisi tersebut memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan.
“Siang hari genangan air masih ada, tapi berangsur surut dan ruas jalan masih bisa dilalui walaupun kami minta para pengendara untuk berhati-hati,” tambah Agung.
Lebih lanjut, BPBD Ponorogo mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan kajian BMKG, potensi hujan masih akan berlangsung hingga Minggu (4/1/2026) dengan risiko bencana ikutan, termasuk longsor di wilayah rawan.
“Khususnya warga yang tinggal di area lereng seperti di Ponorogo timur, waspada jika hujan setelah panas terik karena potensi longsor bisa terjadi,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Texas Banjir Besar Jelang Final Piala Dunia 2026, 2 Orang Tewas
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
ITS Ciptakan Traktor Perahu Listrik, Bisa Bajak Sawah 1 Hektare Sekali Cas
-
BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor
-
Mengapa Desa Pulu Memilih Sereh Wangi untuk Memulihkan Lahan yang Rusak Akibat Banjir?
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok
-
Warga 4 Desa Melawan Penutupan Akses Bendungan Lahor
-
Lutung Jawa Dipelihara Warga di Bondowoso Dievakuasi, Kini Jalani Rehabilitasi
-
Geger di Lapangan Kodim Ponorogo: Dikira Tidur, Pria Misterius Ditemukan Tak Bernyawa di Selokan