-
Lansia di Jombang ditemukan meninggal setelah tiga hari tak terlihat.
-
Korban tinggal sendiri dan terakhir terlihat membeli kopi.
-
Polisi pastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.
SuaraJatim.id - Seorang pria lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia di rumahnya sendiri di Dusun Subontoro Santren, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), Selasa (6/1/2026).
Korban bernama S. Hariyono (73) selama ini diketahui hidup sendirian. Dia sempat tidak terlihat warga sejak beberapa hari terakhir sebelum ditemukan tewas.
Jasad lansia itu pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya, Eni Zufita, yang rutin mengantarkan sembako ke rumah sang ayah sebanyak dua kali dalam sepekan. Pagi itu, Eni mendatangi rumah korban seperti biasa.
Sesampainya di lokasi, Eni mendapati pintu depan rumah tertutup namun tidak terkunci. Saat masuk ke dalam, kondisi ruang tamu terlihat kotor dan tercium bau tidak sedap. Merasa curiga, Eni kemudian mencari keberadaan ayahnya hingga ke dapur rumah.
Di lokasi tersebut, Eni menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Posisi tubuh korban telentang dengan kepala dialasi bantalan kursi kecil.
Melihat kondisi tersebut, Eni segera melaporkan temuan itu kepada Kepala Dusun setempat yang kemudian diteruskan ke Polsek Mojoagung. Tiga Hari Tak Terlihat, Lansia di Jombang pun akhirnya dipastikan meninggal dunia.
Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, membenarkan adanya laporan penemuan mayat lansia tersebut. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban diketahui tinggal seorang diri di rumahnya. Setiap sore, korban biasa membeli kopi di warung milik Vivid Firdaus yang berada tepat di depan rumahnya.
Terakhir kali korban terlihat pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, saat membeli kopi. Setelah itu, korban tidak lagi terlihat dan tidak dapat dihubungi oleh pihak keluarga, hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis dari Puskesmas Mojoagung menyebutkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan.
Dugaan sementara penyebab kematian adalah gagal fungsi jantung yang dipicu oleh faktor usia, mengingat korban telah berusia 73 tahun.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka fisik pada tubuh korban, dan tidak ada barang berharga yang hilang di rumahnya. Pintu dan jendela rumah juga tidak mengalami kerusakan,” ujar Kompol Yogas, dikutip dari BeritaJatim.
Pihak keluarga menerima kejadian Tiga Hari Tak Terlihat, Lansia di Jombang ini sebagai musibah. Keluarga korban juga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat permohonan resmi untuk tidak dilakukan autopsi kepada Polsek Mojoagung.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Paviliun Kenanga RSUD Jombang untuk dilakukan visum luar serta proses pemulasaraan. Setelah itu, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Berita Terkait
-
7 Wahana di Jatim Park 1 yang Seru untuk Semua Usia
-
Jatim Media Summit 2026 Dorong Transformasi Beyond Media di Era AI
-
JMS 2026 Dorong Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Transformasi Beyond Media di Jawa Timur
-
Jatim Media Summit 2026: AI Disebut Jadi "Jalan Pulang" Jurnalisme
-
Jatim Media Summit 2026: Ancaman Siber Mengintai Media dan Kreator, Keamanan Digital Jadi Keharusan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
PDIP Jatim Bidik Rebut Kursi Gubernur 2029
-
Bus Eka Ludes Terbakar di Madiun, Penumpang Lari Selamatkan Diri
-
Tuntaskan DPT Muktamar, Gus Ipul: 556 Cabang dan Wilayah Berhak Jadi Peserta
-
Dari Aceh ke Flores, Safrizal ZA Soroti Pentingnya Respons Cepat di Lokasi Bencana
-
Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif