Riki Chandra
Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:46 WIB
Pohon tumbang di Pamekasan. [Dok. BeritaJatim]
Baca 10 detik
  • Angin kencang rusak 14 rumah dan tumbangkan pohon di Pamekasan.

  • BPBD catat dampak bencana tersebar di tiga kecamatan Pamekasan.

  • Tim reaksi cepat bersihkan pohon tumbang, warga diimbau waspada.

     

SuaraJatim.id - Angin kencang terjang Pamekasan dan menyebabkan kerusakan serius di sejumlah wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur (Jatim).

Sedikitnya, 14 bangunan rumah dan tempat usaha dilaporkan mengalami kerusakan, disertai pohon tumbang yang mengganggu akses jalan dan fasilitas umum. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (8/1/2026) saat cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mencatat dampak angin kencang terjang Pamekasan tersebar di tiga kecamatan, yakni Galis, Pademawu, dan Pamekasan Kota. Data kerusakan tersebut dihimpun dari lima desa dan kelurahan, berdasarkan hasil pendataan hingga Jumat (9/1/2026) pukul 11.00 WIB.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, membenarkan kejadian angin kencang terjang Pamekasan yang memicu kerusakan bangunan serta pohon tumbang di beberapa titik.

“Data sementara, cuaca ekstrem berupa angin kencang yang merusak bangunan rumah dan menumbangkan beberapa pohon tersebar di tiga kecamatan berbeda, yakni Galis, Pademawu, dan Pamekasan (Kota),” jelas Dhofir, dikutip dari BeritaJatim.

Menurut BPBD, kejadian bencana dilaporkan terjadi hampir bersamaan di sejumlah lokasi. Di Kecamatan Galis, titik terdampak terpusat di Desa Polagan.

Sementara di Kecamatan Pademawu, kerusakan dilaporkan terjadi di Desa Murtajih dan Sumedangan. Adapun di wilayah Pamekasan Kota, dampak cuaca ekstrem tercatat di Desa Jalmak serta Kelurahan Gladak Anyar.

Dhofir menjelaskan, mayoritas kerusakan akibat angin kencang terjang Pamekasan terjadi pada bagian atap rumah warga yang tidak mampu menahan kuatnya hembusan angin.

“Berdasar laporan sementara, total bangunan terdampak sekitar 14 unit rumah maupun tempat usaha (toko), termasuk 3 pohon tumbang,” katanya.

Data sementara BPBD mencatat sebanyak 12 unit rumah rusak berada di Desa Murtajih. Sementara masing-masing satu unit rumah rusak dilaporkan di Kelurahan Gladak Anyar dan Desa Jalmak.

Petugas BPBD masih melakukan asesmen lanjutan di Desa Sumedangan untuk memastikan jumlah kerusakan dan potensi kerugian materiil secara menyeluruh.

Selain merusak bangunan, angin kencang terjang Pamekasan juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang yang berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.

“Bencana ini mengakibatkan pohon tumbang menutupi akses jalan raya, 3 pohon tumbang lainnya menimpa rumah warga, dan 1 pohon tumbang menimpa tempat usaha warga,” katanya.

Tim reaksi cepat BPBD Pamekasan dilaporkan telah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pembersihan material pohon tumbang.

Langkah tersebut dilakukan guna membuka kembali akses jalan serta memastikan mobilitas warga dapat berjalan normal. Beberapa pohon dilaporkan tumbang tepat di atas atap rumah dan bangunan usaha warga.

Load More