-
Angin kencang rusak 14 rumah dan tumbangkan pohon di Pamekasan.
-
BPBD catat dampak bencana tersebar di tiga kecamatan Pamekasan.
-
Tim reaksi cepat bersihkan pohon tumbang, warga diimbau waspada.
SuaraJatim.id - Angin kencang terjang Pamekasan dan menyebabkan kerusakan serius di sejumlah wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur (Jatim).
Sedikitnya, 14 bangunan rumah dan tempat usaha dilaporkan mengalami kerusakan, disertai pohon tumbang yang mengganggu akses jalan dan fasilitas umum. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (8/1/2026) saat cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mencatat dampak angin kencang terjang Pamekasan tersebar di tiga kecamatan, yakni Galis, Pademawu, dan Pamekasan Kota. Data kerusakan tersebut dihimpun dari lima desa dan kelurahan, berdasarkan hasil pendataan hingga Jumat (9/1/2026) pukul 11.00 WIB.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, membenarkan kejadian angin kencang terjang Pamekasan yang memicu kerusakan bangunan serta pohon tumbang di beberapa titik.
“Data sementara, cuaca ekstrem berupa angin kencang yang merusak bangunan rumah dan menumbangkan beberapa pohon tersebar di tiga kecamatan berbeda, yakni Galis, Pademawu, dan Pamekasan (Kota),” jelas Dhofir, dikutip dari BeritaJatim.
Menurut BPBD, kejadian bencana dilaporkan terjadi hampir bersamaan di sejumlah lokasi. Di Kecamatan Galis, titik terdampak terpusat di Desa Polagan.
Sementara di Kecamatan Pademawu, kerusakan dilaporkan terjadi di Desa Murtajih dan Sumedangan. Adapun di wilayah Pamekasan Kota, dampak cuaca ekstrem tercatat di Desa Jalmak serta Kelurahan Gladak Anyar.
Dhofir menjelaskan, mayoritas kerusakan akibat angin kencang terjang Pamekasan terjadi pada bagian atap rumah warga yang tidak mampu menahan kuatnya hembusan angin.
“Berdasar laporan sementara, total bangunan terdampak sekitar 14 unit rumah maupun tempat usaha (toko), termasuk 3 pohon tumbang,” katanya.
Data sementara BPBD mencatat sebanyak 12 unit rumah rusak berada di Desa Murtajih. Sementara masing-masing satu unit rumah rusak dilaporkan di Kelurahan Gladak Anyar dan Desa Jalmak.
Petugas BPBD masih melakukan asesmen lanjutan di Desa Sumedangan untuk memastikan jumlah kerusakan dan potensi kerugian materiil secara menyeluruh.
Selain merusak bangunan, angin kencang terjang Pamekasan juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang yang berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.
“Bencana ini mengakibatkan pohon tumbang menutupi akses jalan raya, 3 pohon tumbang lainnya menimpa rumah warga, dan 1 pohon tumbang menimpa tempat usaha warga,” katanya.
Tim reaksi cepat BPBD Pamekasan dilaporkan telah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pembersihan material pohon tumbang.
Langkah tersebut dilakukan guna membuka kembali akses jalan serta memastikan mobilitas warga dapat berjalan normal. Beberapa pohon dilaporkan tumbang tepat di atas atap rumah dan bangunan usaha warga.
Berita Terkait
-
Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatra
-
Cerita Inspiratif - Desa Sumberejo Pacitan
-
Dari Ejekan Jadi Rezeki, Patung Macan Putih Kediri Jadi Wisata Dadakan
-
Siapa Sosok Guru Nur Aini? Mendadak Dipecat Karena Curhat Jarak Sekolah Jauh
-
Waspada! Teror Pohon Tua Tumbang di Jantung Jakarta, Motor dan Halte Hancur
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Janji Bebas Rp 40 Juta Berujung Tragis, Napi Makelar Dihajar di Lapas Blitar hingga Kritis
-
Janda di Pasuruan Melonjak Gegara Nikah Siri, 48 Istri Gugat Cerai Usai Suami Ketahuan Poligami
-
Kecelakaan Maut di Manyar Gresik, Pemotor Tewas Terlindas Truk Trailer!
-
Erupsi Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas 5 Kilometer, BPBD Lumajang Keluarkan Imbauan Waspada
-
Jatim Target Produksi Jagung Tembus 5,4 Juta Ton 2026, Khofifah Ungkap Potensi Surplus Besar