- Pelajar MTs di Sumenep diduga mencabuli balita tetangganya sendiri.
- Ayah korban tinggalkan pekerjaan di Jakarta demi keadilan hukum.
- Polisi selidiki bukti medis kekerasan seksual pada bocah balita.
Sebelum melapor ke polisi, ayah korban sempat membawa putrinya ke tenaga kesehatan untuk memastikan kondisi fisik sang anak. Langkah ini diambil karena terduga pelaku tidak mengakui perbuatannya saat dikonfrontasi secara kekeluargaan.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya bukti nyata tindak pelecehan seksual yang menyebabkan rasa sakit luar biasa pada bagian sensitif korban. Bukti medis inilah yang kemudian menjadi dasar kuat bagi keluarga untuk menuntut keadilan melalui jalur hukum.
4. Ayah Korban Pulang dari Jakarta
Perjuangan mendapatkan keadilan ditunjukkan oleh ayah korban berinisial S. Begitu mendengar kabar burung mengenai kondisi anaknya pada Desember 2025, ia langsung bertekad pulang ke Madura meski harus terkendala izin pekerjaan.
S baru bisa tiba di Sumenep pada Januari 2026 setelah mendapatkan orang untuk menggantikan posisinya menjaga toko di Jakarta. Kehadirannya di kampung halaman sepenuhnya difokuskan untuk mengurus laporan polisi dan mendampingi proses hukum anaknya.
5. Masih Proses Penyelidikan
Kasat Reskrim AKP Agus Rusdyanto menegaskan bahwa laporan telah diterima dan sedang diproses sesuai prosedur. Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pelapor dan pihak LPA yang mendampingi korban.
"Laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Kami melakukan penanganan sesuai prosedur yang berlaku, yakni meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk pelapor," tegas AKP Agus Rusdyanto. Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus hukum bocah 4 tahun diduga korban pencabulan pelajar MTs ini.
Berita Terkait
-
Fafa Sumenep Bawa Pesan Positif Lewat Single Bismillah Karena Cinta
-
Seorang Vokalis Band Ditangkap, Diduga Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun
-
Bukan Minta Maaf, Keluarga Kiai Pencabulan di Pekalongan Malah Tuntut Media Hapus Berita
-
Kiai Pekalongan Ditahan Kasus Pencabulan, Para Santri Malah Nangis dan Berebut Cium Tangan
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas
-
Laut Madura Lagi Nggak Bersahabat, Penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar Resmi Disetop Sementara
-
Misteri Bau Menyengat di Gunung Kendil: Akhir Pilu Pencarian Munajat di Dasar Jurang 12 Meter
-
Oknum Dokter RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Ditangkap karena Nyabu
-
Drama Blokade Pantura di Alastlogo Berakhir Usai Janji Mediasi Peluru Nyasar