-
Workshop AI dorong jurnalis adaptif menghadapi transformasi digital cepat.
-
Pelatihan fokus verifikasi, riset data, dan pemanfaatan AI etis.
-
Jurnalis lokal Jawa Timur perkuat kapasitas melalui kolaborasi nasional.
SuaraJatim.id - Perkembangan teknologi digital yang melaju cepat mendorong dunia jurnalistik untuk terus beradaptasi. Menjawab tantangan tersebut, Suara.com bersama Local Media Community (LMC) dengan dukungan Google News Initiative menggelar workshop bertajuk AI Tools for Journalists di Surabaya, Jawa Timur, pada 20–21 Januari 2026.
Workshop AI Tools for Journalists ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas jurnalis di tengah perubahan ekosistem informasi yang semakin kompleks.
Pelatihan yang berlangsung di Hotel Kampi Surabaya tersebut dirancang untuk membantu jurnalis memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara tepat guna, tanpa meninggalkan prinsip akurasi dan tanggung jawab jurnalistik.
Sebanyak 25–30 jurnalis dari media lokal, media niche, hingga perwakilan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) se-Jawa Timur mengikuti kegiatan AI Tools for Journalists ini.
Program ini merupakan lanjutan dari rangkaian pelatihan nasional yang sebelumnya sukses digelar di Bandung dan Yogyakarta, dengan tujuan membangun kesiapan jurnalis menghadapi tantangan disinformasi dan banjir data.
“Perubahan ekosistem informasi sangat cepat. Jurnalis tidak cukup hanya mengandalkan intuisi dan pengalaman, tetapi juga perlu menguasai alat bantu digital agar tetap akurat dan relevan,” ujar Arsito Hidayatullah, PIC Program AI Tools for Journalists.
Hari pertama pelatihan diisi dengan pengenalan program serta pemanfaatan Google Trends untuk membaca kecenderungan isu dan minat publik.
Materi ini disampaikan oleh Chandra Iswinarno, Editor Suara.com. Peserta kemudian mendapatkan pembekalan terkait verifikasi informasi dan cek fakta sebagai langkah penting menangkal disinformasi.
Masih di hari pertama, peserta diperkenalkan dengan Gemini, asisten AI milik Google, yang dapat dimanfaatkan dalam proses riset, pengolahan informasi, hingga penulisan berita. Pengenalan ini menekankan penggunaan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti kerja jurnalistik.
Pada hari kedua, kegiatan diawali dengan peninjauan materi sebelumnya. Peserta kemudian mempelajari Pinpoint untuk pendalaman data serta NotebookLM sebagai alat pengelolaan referensi dan analisis dokumen berbasis AI. Sesi dilanjutkan dengan praktik kelompok dan studi kasus jurnalistik yang dipresentasikan untuk mendapatkan umpan balik.
Pelatihan ini dipandu oleh dua jurnalis senior, Ahmad Baiquni (Editor Beritajatim.com) dan Chandra Iswinarno (Editor Suara.com). Keduanya membekali peserta dengan teknik prompting efektif agar pemanfaatan AI tetap sejalan dengan kaidah jurnalistik.
Salah satu peserta, M. Rizky Pratama Putra, mengaku pelatihan ini memberikan pengalaman baru. “Kita belajar Gemini, bagaimana mengoperasikannya dan menggunakannya sesuai profesi jurnalis. Mulai dari cek fakta hingga analisis data yang rumit. Sangat membantu,” ujarnya.
Menurut Rizky, AI mempermudah analisis data dalam jumlah besar. “Dengan data yang banyak, kita bisa menarik kesimpulan lebih cepat. Ini sangat membantu kerja jurnalistik,” katanya. Ia juga menilai kegiatan ini membuka jejaring antarmedia.
Arsito menegaskan, dampak AI Tools for Journalists diharapkan tidak berhenti pada peserta. “Harapannya, dampak pelatihan ini tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga memperkuat ekosistem media lokal,” katanya.
Melalui program AI Tools for Journalists, Suara.com, Local Media Community, dan Google News Initiative mendorong lahirnya jurnalis yang adaptif, memiliki kemampuan verifikasi digital kuat, serta mampu memanfaatkan teknologi AI secara etis dan profesional.
Berita Terkait
-
Bursa Saham Asia Lesu Dihantam Sentimen Suku Bunga dan Peretasan Binance
-
Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan
-
Foto Prabowo Hasil Editan AI Diunggah, Alasan Eva Chairunisa Bikin Publik Tambah Geram
-
Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?
-
Era Zero Click Dimulai, Bagaimana Nasib Media di Tengah Gempuran AI?
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Terbongkar! Kelangkaan BBM di Jatim Ternyata Ulah Mafia: Negara Boncos Rp35 M, Pelaku Dijerat TPPU
-
Banjir Lahar Hujan Semeru Over Skala Terjang Lumajang, Satu Dusun Terisolir Total
-
Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram