-
Mayat pria mengambang ditemukan warga di bawah jembatan Mojowarno.
-
Luka pelipis dan mulut berbusa jadi sorotan polisi.
-
Identitas korban masih misterius, penyelidikan terus berlanjut.
SuaraJatim.id - Mayat pria ditemukan mengambang di Jombang menggegerkan warga Kali Pancir, Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (21/1/2026).
Sesosok tubuh pria tanpa identitas ditemukan dalam kondisi mengenaskan, mengambang di sungai tepat di bawah jembatan desa.
Penemuan mayat pria ditemukan mengambang di Jombang ini awalnya disangka warga sebagai boneka yang tersangkut. Namun setelah didekati, warga memastikan benda tersebut adalah jasad manusia yang sudah tidak bernyawa.
Kondisi mayat pria ditemukan mengambang di Jombang semakin memunculkan tanda tanya lantaran terdapat luka di bagian pelipis dan busa keluar dari mulut korban. Aparat gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, dan relawan langsung melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara.
Kepala Dusun Grobogan, Ahmad Said, mengungkapkan penemuan jasad tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga setempat.
“Warga sini melihat benda mengambang di bawah jembatan seperti boneka, posisinya tersangkut. Terus diperjelas ditarik dengan tali ternyata mayat manusia,” kata Ahmad Said, dikutip dari BeritaJatim.
Kapolsek Mojowarno AKP Soesilo yang datang ke lokasi menjelaskan, kondisi tubuh korban masih utuh dan belum menunjukkan tanda lama terendam air.
“Korban diperkirakan berusia 40 tahun ke atas, dan mulutnya berbusa. Luka-luka di pelipis dan mulutnya masih belum bisa dipastikan penyebabnya,” ujar Soesilo.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Jombang untuk menjalani visum et refertum guna memastikan penyebab kematian. Hingga kini, mayat pria ditemukan mengambang di Jombang tersebut masih berstatus tanpa identitas.
Berikut fakta-fakta penemuan mayat pria mengambang di Jombang.
1. Dikira Boneka Tersangkut
Penemuan jasad pria ini bermula dari kecurigaan warga yang melihat benda mengambang di bawah jembatan Kali Pancir. Dari kejauhan, benda tersebut menyerupai boneka.
Warga kemudian memastikan dengan cara menarik menggunakan tali. Setelah didekati, barulah diketahui bahwa benda tersebut adalah tubuh manusia yang sudah meninggal dunia.
2. Ditemukan Luka di Pelipis dan Mulut Berbusa
Saat dievakuasi, petugas menemukan luka di bagian pelipis korban. Selain itu, mulut korban juga mengeluarkan busa yang menambah kejanggalan dalam kasus ini.
Berita Terkait
-
Geger! Petani di Rejang Lebong Ditemukan Tewas Tersangkut di Pohon Kopi Usai Banjir Bandang
-
Profil Pesantren Lirboyo: Sejarah, Pendiri, Alumni hingga Biaya Masuk
-
Berapa Biaya Masuk Ponpes Tebuireng? Pesantren Modern Ternama di Indonesia
-
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Kali Kawasan Grogol Petamburan
-
Misteri Mayat Pria di Tambora: Ada Luka Sobek di Pelipis, tapi Tak Ditolong Warga saat Sekarat!
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
CEK FAKTA: Bahlil Ancam Mundur Jika Harga BBM Diturunkan Menkeu Purbaya, Benarkah?
-
5 Fakta Mayat Pria Mengambang di Jombang, Luka di Pelipis dan Mulut Berbusa
-
Suara.com Gelar Workshop AI Tools for Journalists di Surabaya, Dorong Jurnalis Adaptif Era Digital
-
7 Fakta Lansia Diduga Ditusuk Anak Kandung di Kunjang Kediri, Ditemukan Bersimbah Darah
-
CEK FAKTA: Helikopter Sahroni Jatuh di Lumajang Saat Kunjungi Bencana Semeru, Benarkah?