-
Santri korban pencabulan Bangkalan hilang dua pekan pascalaporan polisi.
-
Keluarga curigai upaya redam kasus lewat desakan lamaran.
-
Hilangnya korban hambat pengungkapan dugaan kekerasan seksual pesantren.
SuaraJatim.id - Santri korban dugaan pencabulan di Bangkalan hingga kini belum ditemukan setelah dinyatakan hilang selama dua pekan.
Peristiwa ini terjadi di Pondok Pesantren Nurul Karomah, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dan memunculkan tanda tanya besar di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
Hilangnya santri korban dugaan pencabulan di Bangkalan tersebut diduga berkaitan langsung dengan laporan dugaan kekerasan seksual yang menyeret dua anak kiai pengasuh pesantren.
Dugaan keluarga menguat karena korban dilaporkan menghilang tak lama setelah salah satu terduga pelaku berinisial S dilaporkan ke Polda Jawa Timur.
Keluarga menyebut, sejak laporan terhadap S dilayangkan, pihak pesantren justru berulang kali mendatangi rumah korban.
Rentetan peristiwa itu membuat santri korban dugaan pencabulan di Bangkalan disebut menjadi sosok kunci dalam pengungkapan kasus yang kini terhambat akibat hilangnya korban.
Berikut sejumlah fakta-fakta kasus santri korban dugaan pencabulan di Bangkalan
1. Hilang Sejak Awal Januari 2026
Korban diketahui menghilang pada Rabu (7/01/2026) dini hari. Hingga Rabu (21/01/2026), sudah 14 hari berlalu dan keberadaannya belum terungkap.
Kondisi ini membuat keluarga terus menunggu kabar sambil berharap korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat, seiring penyelidikan yang masih berlangsung.
2. Terjadi Setelah Laporan Polisi Masuk ke Polda Jatim
Hilangnya korban terjadi beberapa hari setelah keluarga melaporkan terduga pelaku berinisial S ke Polda Jawa Timur. Laporan tersebut dibuat terpisah dari laporan sebelumnya terhadap UF.
Dalam penyelidikan, polisi menemukan dugaan bahwa korban mengalami pencabulan oleh lebih dari satu pelaku, sehingga proses hukum dilakukan dalam berkas berbeda.
3. Pihak Pesantren Berulang Kali Datangi Keluarga Korban
Fitriyah, bibi korban, menyebut pihak pondok pesantren mendatangi keluarga setelah laporan terhadap S dibuat. Kedatangan tersebut dilakukan dengan maksud melamar korban.
Berita Terkait
-
Skandal Kickboxing Jatim: Atlet Putri Bongkar Dugaan Pelecehan, Menpora Erick Thohir Murka
-
Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Santriwati Modus Manipulasi Doktrin, Polisi Sita Kondom
-
Pimpinan Ponpes Azziyadah Doakan Kaesang Pangarep Jadi Presiden
-
Ramadan di Ponpes Waria Al-Fatah: Mencari Tuhan di Tengah Stigma dan Sunyi
-
Gunakan Sistem Khumasi, Jemaah Ponpes Mahfilud Dluror Jember Mulai Puasa Hari Ini
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Program MBG Genjot Produksi Keripik Tempe di Kampung Tempe Ngawi, Pelaku Usaha Senang!
-
Becak Listrik Gratis dari Prabowo Bikin Bahagia Lansia di Ngawi, Tak Perlu Lagi Mengayuh Berat!
-
Ingin Beli Mobil Baru Termasuk EV Terkini? Pakai BRI KKB via BRImo Lebih Praktis
-
Kisah Perempuan Pendamping Kopdes di Pasuruan, Usia 25 Tahun Jadi Tumpuan Koperasi Merah Putih
-
BRI Imlek Prosperity 2026 di Tiga Kota, Perkuat Relasi dengan Nasabah Top Tier