-
Cemburu memicu pria bacok tetangga di Bangkalan hingga korban kritis.
-
Pengakuan perselingkuhan berujung aksi celurit berdarah.
-
Pelaku bacok tetangga ditangkap lima jam kemudian.
SuaraJatim.id - Kasus bacok tetangga terjadi di sebuah rumah kos di Desa Tanah Merah Dajah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (Jatim). Aksi berdarah ini dipicu persoalan rumah tangga yang berujung penganiayaan berat hingga korban kritis dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa bacok tetangga tersebut berlangsung pada Selasa (20/1/2026) siang. Pelaku dan korban diketahui merupakan sesama penghuni kos dengan posisi kamar saling berhadapan, sehingga cekcok yang terjadi cepat memancing perhatian warga sekitar.
Polisi mengungkap, kasus bacok tetangga ini bermula dari pengakuan perselingkuhan yang disampaikan di depan kamar kos. Pengakuan tersebut memicu emosi pelaku hingga berujung pada aksi pembacokan menggunakan senjata tajam jenis celurit.
Berikut 5 fakta bacok tetangga di Bangkalan yang dihimpun dari keterangan kepolisian dan saksi di lokasi kejadian.
1. Dipicu Pengakuan Perselingkuhan
Ketegangan bermula saat BI (31), istri korban, terlibat adu mulut dengan M, istri pelaku, di depan kamar kos. Pertengkaran tersebut terjadi di hadapan sejumlah penghuni kos lainnya.
Dalam cekcok itu, M mengakui telah menjalin hubungan terlarang dengan korban SL (35), warga asal Kabupaten Pamekasan. Pengakuan tersebut membuat situasi semakin memanas dan tak terkendali.
2. Pelaku Emosi Usai Mendengar Pengakuan Istri
Tak lama setelah pertengkaran, suami M berinisial F (31) datang ke lokasi. Ia mendengar langsung pengakuan perselingkuhan antara istrinya dan korban.
“Pelaku tersulut emosi setelah mengetahui dugaan perselingkuhan antara korban dan istrinya,” kata Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, Kamis (22/01/2026).
3. Korban Dikejar Hingga ke Kamar Mandi
Dalam kondisi emosi, pelaku masuk ke kamar kos dan mengambil celurit. Ia kemudian menyerang korban secara brutal di area kos.
Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke kamar hingga kamar mandi. Namun pelaku terus mengejar dan melayangkan bacokan meski istri korban berteriak meminta pertolongan.
4. Korban Terluka Parah dan Kritis
Aksi bacok tetangga ini baru berhenti setelah korban terkapar di kamar mandi dalam kondisi bersimbah darah. Pelaku kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian.
Berita Terkait
-
Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan
-
Hancurnya Hati Suami Gerebek Istri Selingkuh, Anak yang Dibawa sampai Tendang Lemari
-
Apakah Istri Selingkuh Wajib Diceraikan? Begini Hukumnya Menurut Islam
-
Bukan Marah, Suami Malah Ketawa Pergoki Istri Selingkuh: Ternyata Seleramu Begini
-
Kronologis Kiper Futsal Azfar Burhan Meninggal Dunia Ditabrak Bus
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Mahasiswi Unair Nekat Tilap Dana KIP-K Rp103 Juta: Jeratan Pinjol di Balik Jabatan Mentereng
-
Satu Nyawa Melayang: Tragedi Berdarah di Malam Puncak HUT Persebaya
-
Jatim Sumbang 51% Produksi Gula Nasional, Khofifah Genjot Produktivitas Lewat Program Bongkar Ratoon
-
Evaluasi Boleh, Bubar Jangan! Suara Relawan SPPG Blitar Raya Dukung Program MBG
-
Mengaku Wartawan dan LSM, Makelar Kasus Gadungan di Pasuruan Gondol Rp120 Juta demi Sabu