- Bocah 7 tahun hanyut di selokan saat hujan deras.
- Korban ditemukan meninggal sejauh satu kilometer dari lokasi.
- Evakuasi melibatkan SAR gabungan dan aparat setempat.
SuaraJatim.id - Bocah 7 tahun hanyut di selokan Driyorejo Gresik saat hujan deras berujung tragedi. Peristiwa memilukan itu merenggut nyawa Putri Dwi Juwirnasari (7), warga Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (3/2/2026) malam.
Peristiwa itu terjadi ketika korban bermain bersama teman-temannya di depan masjid saat hujan mulai turun. Meski sempat diingatkan untuk berteduh dan pulang, korban kembali bermain di selokan yang berada di samping masjid.
Saat hujan semakin deras, bocah itu menyadari derasnya arus. Korban terseret aliran air dan hilang dari pantauan warga, hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia keesokan paginya. Berikut sejumlah fakta-faktanya.
1. Korban Bermain Saat Hujan Mulai Turun
Putri Dwi Juwirnasari diketahui bermain bersama teman-temannya di depan masjid yang berada di Jalan Permata 22, Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo. Saat itu kondisi cuaca masih gerimis dan belum menunjukkan hujan lebat.
Seiring waktu, intensitas hujan meningkat. Namun korban tetap berada di lokasi dan melanjutkan aktivitas bermain di sekitar selokan yang berada tepat di samping masjid.
2. Sempat Diingatkan Warga Sekitar
Seorang penjual es batu yang berada di sekitar masjid sempat mengingatkan korban dan teman-temannya untuk segera berteduh serta pulang ke rumah masing-masing.
Imbauan tersebut tidak dihiraukan. Korban justru kembali bermain di selokan ketika hujan turun semakin deras dan arus air mulai meningkat.
3. Korban Terseret Arus Selokan
Korban tidak menyadari bahwa arus selokan sangat deras akibat hujan. Saat bermain dan berenang di dalam selokan, tubuh korban tiba-tiba terseret aliran air.
Takmir masjid yang mengetahui kejadian tersebut berusaha memberikan pertolongan. Namun derasnya arus membuat korban terus terbawa hingga akhirnya menghilang.
4. Pencarian Dilanjutkan Keesokan Hari
Pihak masjid segera melaporkan kejadian tersebut ke call center 112 untuk meminta bantuan evakuasi dan pencarian korban. Tim SAR gabungan langsung melakukan penyisiran dari titik awal korban terseret.
Namun pencarian dihentikan pada malam hari karena kondisi medan yang gelap dan minim penerangan. Proses pencarian kembali dilanjutkan pada Rabu pagi (4/2/2026).
Berita Terkait
-
Bukan Konten Joget, 4 Bocah Ini Pilih Bersihkan Selokan hingga Dijuluki Pandawara Cilik
-
Modernisasi Pelabuhan Dorong Efisiensi Distribusi Pupuk Nasional
-
Balita Tewas Terjatuh ke Lubang Galian di Manggarai, DPRD Desak Standar Pengamanan Diperketat
-
Bocah 4 Tahun Tewas Terjeblos Lubang Galian di Manggarai, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian
-
Warung Irine Viral di TikTok, Strategi Digital Antar Usaha Kuliner Gresik Naik Kelas
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Menkum Supratman: Hukuman Mati Koruptor Bukan Lagi Perdebatan, Tapi Eksekusi
-
Kado HUT RI ke-81, Gubernur Khofifah Diskon Tarif Trans Jatim untuk Semua Rute Selama Sepekan
-
Warga Kediri Tertipu Ratusan Juta Titik Dapur MBG Fiktif
-
Kecelakaan Maut di Tulungagung, Truk Tabrak Motor, Dua Pemuda Tewas
-
Ini Kronologi Kasus Penipuan yang Libatkan Oknum THL Dishub dan Satpol PP Pemkot Surabaya