Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:57 WIB
Ilustrasi gempa bumi di Pacitan. (Tumisu/Pixabay)
Baca 10 detik
  • Gempa utama magnitudo 6,2 mengguncang tenggara Pacitan pada Jumat (6/2) pukul 01.06 WIB, berpotensi megathrust dangkal.
  • BMKG mencatat total 24 gempa susulan pasca gempa utama, dengan frekuensi kini telah menurun signifikan berdasarkan pemantauan Sabtu (7/2/2026).
  • Dampak sementara gempa mencakup 224 jiwa terdampak dan kerusakan pada puluhan rumah serta fasilitas umum di tiga provinsi.

SuaraJatim.id - Kabar melegakan datang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait aktivitas gempa susulan pascagempa bermagnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur.

BMKG mencatat, frekuensi gempa susulan kini sudah mulai menunjukkan penurunan signifikan, memberikan sedikit ketenangan di tengah kekhawatiran masyarakat.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa hingga saat ini total tercatat 24 kali gempa susulan. Magnitudo terbesar mencapai 4,0, sementara yang terkecil 2,2.

"Frekuensi kejadian gempa susulan sudah menurun dan jarang terjadi, mohon masyarakat tidak terlalu khawatir berlebihan. Sudah luruh," tegas Daryono di Jakarta, Sabtu (7/2/2026). 

Penurunan frekuensi ini menjadi indikator positif bahwa energi gempa utama sudah banyak terlepas. Gempa susulan paling banyak terjadi pada rentang waktu pukul 01.00 hingga 06.00 WIB pada kemarin pagi, dengan jumlah mencapai 11 kejadian. Setelah periode tersebut, aktivitas kegempaan mulai mereda.

Sebelumnya, gempa bumi bermagnitudo 6,2 ini terjadi pada Jumat (6/2) pukul 01.06 WIB. Pusat gempa berada di laut pada kedalaman 58 kilometer di tenggara Pacitan, dan diidentifikasi sebagai gempa megathrust dengan kedalaman dangkal.

Karakteristik ini menjelaskan mengapa guncangan dirasakan cukup kuat di berbagai wilayah.

Guncangan gempa utama dirasakan dengan intensitas IV MMI di Pacitan, Bantul, Yogyakarta, dan Sleman. Sementara itu, intensitas III MMI dirasakan di Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Blitar, Surakarta, hingga Banjarnegara. Bahkan, Tuban dan Jepara juga merasakan guncangan dengan intensitas II MMI.

Meski frekuensi gempa susulan menurun, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Pemantauan aktivitas kegempaan akan terus dilakukan.

Baca Juga: Gempa M 6,4 Guncang Pesisir Selatan Jawa, Pacitan hingga Surabaya, Ini Penjelasan BMKG

Masyarakat diminta untuk tetap waspada, hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG, dan sangat penting untuk menghindari bangunan yang telah mengalami kerusakan akibat gempa demi keselamatan.

Berdasarkan laporan sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Jumat sore, gempa ini berdampak pada 224 jiwa yang tersebar di tiga provinsi.

Sebanyak 40 orang dilaporkan mengalami luka di Kabupaten Bantul, menunjukkan bahwa dampak gempa tidak bisa dianggap remeh.

Guncangan kuat yang berlangsung dua hingga tiga detik di Kabupaten Pacitan dan Trenggalek, serta dirasakan di sejumlah wilayah di Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, telah menyebabkan kerusakan.

Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Pacitan dan Trenggalek di Jawa Timur; Kabupaten Bantul di DI Yogyakarta; serta Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, dan Wonogiri di Jawa Tengah.

Data kerusakan sementara mencatat di Jawa Timur, 29 rumah, satu fasilitas pendidikan, dan satu balai desa terdampak. Di Jawa Tengah, 18 rumah, lima fasilitas pendidikan, serta masing-masing satu fasilitas peribadatan, kesehatan, dan fasilitas umum mengalami kerusakan.

Load More