-
Video kekerasan siswa SMK Surabaya viral, dinas lakukan verifikasi.
-
Dinas Pendidikan minta cek CCTV agar informasi tidak simpang.
-
Laporan polisi masuk, pengumpulan data fakta terus berjalan.
SuaraJatim.id - Kasus dugaan bully siswa berkebutuhan khusus di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), menjadi perhatian publik setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi di sebuah SMK swasta pada Selasa (10/2/2026).
Dalam video yang beredar, tampak seorang pelajar menjadi sasaran tindakan fisik oleh sejumlah siswa lain. Informasi yang beredar menyebut korban merupakan anak berkebutuhan khusus.
Dugaan bully siswa berkebutuhan khusus di Surabaya ini pun memicu respons cepat dari berbagai pihak.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, membenarkan adanya peristiwa yang melibatkan siswa disabilitas di sekolah tersebut.
Ia menegaskan pihaknya sedang menelusuri kejadian dugaan bully siswa berkebutuhan khusus di Surabaya agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.
“Kalau (kasus kekerasan) yang saya tahu yang Surabaya kemarin. Iya, SMK, anak disabilitas kan?,” ujar Aries, dikutip dari BeritaJatim, Jumat (13/2/2026).
Ia menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan telah meminta pihak sekolah serta Cabang Dinas setempat untuk melakukan pengecekan kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
“Nah, jangan dilihat dari satu sisi video yang kemungkinan bilang, ‘Oh itu pembullyan.’ Ini lagi diluruskan oleh teman-teman Cabang Dinas,” ungkap Aries.
“Saya sudah minta kepada Kepala Cabang Dinas, ada enggak di area itu CCTV supaya bisa melihat, jangan menyimpulkan sendiri, supaya tidak terkesan bahwa ada pembullyan,” tambahnya.
Menurut Aries, dari potongan video yang beredar, ia menilai gambaran peristiwanya belum menyeluruh.
“Menurut saya, hasil dari pengamatan–karena itu yang di-share di media sosial–itu sisinya tidak luas. Artinya, ternyata bukan pengeroyokan. Jadi, memang ada istilahnya kalau anak muda itu bertengkar ya, berkelahi,” terangnya.
Ia juga melihat dalam rekaman tersebut terdapat pihak-pihak yang mencoba menghentikan kejadian.
“Saya melihat tadi itu ada guru di situ, ada masyarakat, ada teman-teman ceweknya juga yang memisahkan. Berarti kan ada sesuatu yang tidak dibiarkan,” ungkapnya.
Laporan mengenai kejadian ini juga disebut telah masuk ke aparat penegak hukum. Dinas Pendidikan Jawa Timur kini terus berkoordinasi dengan sekolah guna memastikan data yang akurat.
“Iya betul (ada laporan ke polisi). Tapi itu kan sudah kita minta sekolahnya, termasuk kepala cabang dinas untuk segera mencari data yang jelas termasuk CCTV yang ada di wilayah itu,” tandas Aries.
Berikut fakta-faktanya.
Berita Terkait
-
Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?
-
Atasi Ketergantungan Energi Fosil, ITS Kembangkan Pembangkit Hibrida Angin dan Surya
-
Khawatir Siswa Takut Kembali ke Sekolah Usai Temuan Senjata, KPAI Siapkan Pendampingan Psikologis
-
Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Serahkan Langsung Bantuan Pangan Kepada Warga Surabaya
-
Tak Jalankan Instruksi Negara, Koordinator KPPG Surabaya Langsung Dicopot Mentan Amran Saat Rapat
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Penanganan Karhutla Bromo Fokus Pembasahan Delapan Hotspot
-
Skandal Suap Bupati Ponorogo: Sugiri Sancoko Dijatuhi Hukuman 6,5 Tahun Penjara
-
Dorong Inklusi Keuangan, BRImo Raih 3,32 Miliar Transaksi dengan Volume Rp4.166 Triliun
-
Pelajar Trenggalek Dilarikan ke RSUD dr Soedomo Akibat Keracunan MBG
-
Hari Pramuka ke-65, Gubernur Khofifah Ajak Pramuka Jatim Jadi Penggerak Swasembada Pangan