Budi Arista Romadhoni
Selasa, 24 Maret 2026 | 20:21 WIB
Wisatawan Bromo tetap ramai. [Dok. BeritaJatim]
Baca 10 detik
  •  Wisata Bromo Lebaran tetap ramai tanpa lonjakan signifikan tahun ini.

  • Sistem masuk lebih baik, antrean berkurang, wisatawan lebih nyaman.

  • Didominasi wisatawan domestik, minat ke Bromo masih tinggi.

SuaraJatim.id - Kunjungan wisata Bromo selama libur Lebaran 2026 terpantau stabil tanpa lonjakan signifikan. Meski tidak terjadi peningkatan drastis seperti tahun-tahun sebelumnya, kawasan Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), tetap dipadati wisatawan yang datang silih berganti.

Kondisi wisata Bromo yang tetap ramai ini menjadi perhatian pelaku usaha pariwisata setempat. Aktivitas kunjungan berjalan lancar dengan arus wisatawan yang terjaga, meski tidak membludak. Hal ini menunjukkan daya tarik Bromo masih kuat sebagai destinasi favorit saat musim libur panjang.

Seorang pelaku jasa jeep di kawasan tersebut, Adi, menyebut bahwa jumlah pengunjung wisata Bromo pada momen Lebaran kali ini tidak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu. Ia menilai, stabilitas ini tetap menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata lokal.

“Pengunjung tetap ramai, saya rasa hampir sama dengan tahun lalu,” ujarnya, dikutip dari BeritaJatim, Selasa (24/3/2026).

Adi menjelaskan, kondisi ini juga dipengaruhi oleh sistem pengelolaan di pintu masuk yang kini lebih baik. Jika sebelumnya antrean panjang kerap memicu kemacetan, saat ini proses masuk wisatawan berlangsung lebih cepat dan tertib.

“Sekarang tidak ada kemacetan di tiket masuk. Penanganannya lebih cepat, jadi pengunjung lebih lancar masuk,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan pelaku wisata lainnya, Umam. Ia mengakui bahwa permintaan penyewaan jeep selama libur Lebaran tetap ada dan mampu mengisi armada setiap hari, meski tidak sepadat tahun sebelumnya.

“Orderan tetap ada, armada masih terisi. Tapi memang tidak sepadat tahun lalu,” katanya.

Menurut Umam, kondisi ini menandakan minat terhadap Gunung Bromo masih tinggi. Namun, pola kunjungan wisatawan terlihat lebih merata tanpa lonjakan ekstrem seperti sebelumnya.

Dari sisi asal wisatawan, mayoritas pengunjung masih didominasi wisatawan domestik. Banyak di antaranya merupakan pemudik dari kota besar seperti Jakarta dan Bandung yang menyempatkan diri berkunjung sebelum kembali ke perantauan.

“Lokal, tapi dari luar daerah. Mereka mudik, lalu sebelum balik mampir ke Bromo,” ujar Umam.

Adi menambahkan, komposisi wisatawan saat ini sekitar 70 persen berasal dari dalam negeri, sementara sisanya merupakan wisatawan mancanegara yang didominasi dari Asia dan sebagian Eropa.

Stabilnya arus wisata Bromo selama libur Lebaran ini menjadi indikator positif bagi keberlanjutan sektor pariwisata. Meski tanpa lonjakan signifikan, tingkat kunjungan yang terjaga menunjukkan daya tarik kawasan ini tetap kuat di mata wisatawan.

Load More