- Bus Restu mengalami kecelakaan tunggal di Tol Jombang-Mojokerto KM 689+500 pada Jumat, 3 April 2026, saat perjalanan menuju Surabaya.
- Penyebab kecelakaan diduga kuat akibat pecahnya ban belakang kanan bus yang menyebabkan kendaraan hilang kendali hingga akhirnya terguling.
- Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan belasan penumpang lainnya mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
SuaraJatim.id - Malam yang seharusnya menjadi perjalanan rutin menuju Surabaya berubah menjadi horor mencekam bagi para penumpang Bus Restu bernomor polisi N 7088 UG.
Di tengah kesunyian Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) KM 689+500, sebuah dentuman keras mengubah segalanya dalam sekejap.
Michele, seorang karyawan bank swasta asal Madiun, masih ingat betul bagaimana suasana di dalam kabin bus yang saat itu penuh sesak.
Kelelahan setelah bekerja, ia berharap bisa segera sampai di Kota Pahlawan. Namun, maut punya rencana lain.
"Pertama bus oleng, kemudian langsung terbalik. Saat itu penumpang penuh," kenang Michele dengan nada suara yang masih menyiratkan trauma.
Bagi Michele dan belasan penumpang lainnya, perjalanan itu berhenti secara paksa di jalur A. Bus yang semula melaju stabil di jalur cepat arah Madiun menuju Surabaya, tiba-tiba kehilangan kendali. Teriakan histeris memecah malam saat kendaraan besar itu menghantam aspal dan terguling.
Kanit PJR 3 Polda Jatim, AKP Sudirman, mengonfirmasi bahwa kecelakaan tunggal ini diduga kuat dipicu oleh masalah teknis yang fatal. Saat bus sedang melesat, ban belakang sebelah kanan tiba-tiba pecah.
"Setiba di KM 689+500, bus diduga mengalami pecah ban belakang dan oleng ke kanan hingga terguling," jelas AKP Sudirman, Jumat (3/4/2026).
Akibat benturan keras tersebut, pemandangan memilukan tersaji di lokasi kejadian. Pecahan kaca dan barang bawaan penumpang berserakan. Tim evakuasi yang tiba di lokasi segera berupaya menyelamatkan para korban dari himpitan badan bus.
Baca Juga: Tragedi Bus Restu di Tol Jomo: Satu Nyawa Melayang dalam "Tarian Maut" Akibat Pecah Ban
Nahas, satu orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden ini. Sementara itu, belasan penumpang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka, mulai dari lecet hingga cedera serius.
Di antara barisan korban luka, terdapat Syamsudin (49), sang kondektur bus asal Kediri. Ia mengalami luka berat dengan patah tulang pada tangan kirinya, sebuah pengingat fisik yang permanen atas tragedi malam itu.
Bagi Michele, meski ia berhasil selamat, luka fisik yang dideritanya membuatnya tak bisa masuk kerja untuk sementara waktu. Namun, luka psikis akibat melihat bus yang ditumpanginya terbalik mungkin akan membekas lebih lama.
Kini, bangkai Bus Restu telah dievakuasi dari jalur tol untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas. Kasus kecelakaan ini pun telah dilimpahkan ke Polres Jombang untuk penyelidikan lebih lanjut, guna memastikan apakah ada unsur kelalaian lain di balik pecahnya ban maut tersebut. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Tragedi Bus Restu di Tol Jomo: Satu Nyawa Melayang dalam "Tarian Maut" Akibat Pecah Ban
-
Ledakan Bubuk Mercon di Jombang: Lima Remaja Luka, Rumah Warga Rusak Parah!
-
Simpan Bahan Peledak Ilegal, Mahasiswa di Jombang Diciduk Polisi
-
Dalang Penculik Sekeluarga di Jombang Ternyata Seorang Wanita Asal Bangkalan, Kini Masih Buron
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Terungkap Motif di Balik Tewasnya Siswa SMP Lumajang: Dendam Tiga Hari karena Teguran Guru
-
Pekerja Tewas di Lereng Gunung Baung: Ketika Pohon yang Ditebang Menimpa Diri Sendiri
-
Terjepit Bus Santri, Dua Nyawa Melayang dalam Kecelakaan Beruntun Suramadu
-
SIMANTAP! Tak Perlu Izin Kerja, Warga Sidoarjo Kini Bisa Urus SIM Sambil Menikmati Angin Malam
-
Kesaksian Kepsek SMP PGRI Sukodono Lumajang tentang Kematian Siswanya Akibat Bullying