Wakos Reza Gautama
Senin, 06 April 2026 | 12:14 WIB
Influencer soroti kondisi Alun Alun Kota Blitar. [traveloka]
Baca 10 detik
  • Influencer Gilang mengkritik renovasi Alun-Alun Kota Blitar senilai Rp5 miliar karena fasilitas rusak dan kebersihan yang buruk.
  • Kritik tersebut menyoroti buruknya pemeliharaan lantai, ketiadaan keran air pada wastafel, serta bau menyengat di area toilet.
  • Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, mengakui keterbatasan anggaran perawatan dan menekankan pentingnya menjaga konsep asli warisan kolonial Belanda.

Terkait fasilitas yang rusak atau tak terawat, ia tak menampik adanya kekurangan. Namun, ia menyandarkan alasan pada keterbatasan anggaran perawatan. "Untuk perawatan memang ada keterbatasan anggaran, jadi kita maksimalkan yang ada saja," akunya.

Mas Ibin juga mengingatkan publik tentang filosofi mendalam di balik tata letak alun-alun yakni dualitas kehidupan.

Di satu sisi berdiri masjid sebagai simbol kebaikan, dan di sisi lain terdapat penjara sebagai pengingat akan konsekuensi hukum. Sebuah narasi sejarah yang menurutnya lebih berharga daripada sekadar perombakan total demi mengejar kesan modern.

Load More