- KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, pada Jumat, 10 April 2026.
- Operasi tersebut diduga berkaitan dengan kasus suap proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
- Penyidik KPK menggeledah lokasi strategis serta menyita sejumlah dokumen penting untuk menentukan status hukum pihak terkait.
SuaraJatim.id - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan operasi tangkap tangan yang menyita perhatian publik. Kali ini, OTT dilakukan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat, 10 April 2026. Dalam operasi tersebut, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo turut diamankan.
Kasus ini langsung menjadi sorotan karena melibatkan kepala daerah aktif dan diduga berkaitan dengan proyek infrastruktur. Selain itu, rangkaian penggeledahan yang dilakukan KPK juga menunjukkan bahwa perkara ini tidak berdiri sendiri, melainkan berpotensi melibatkan banyak pihak. Berikut tujuh fakta lengkap yang perlu Anda ketahui.
1. OTT KPK Amankan Bupati Tulungagung
KPK mengonfirmasi telah melakukan operasi tangkap tangan di Tulungagung. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan bahwa salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Tulungagung. Pernyataan tersebut menjadi titik awal terbukanya kasus ini ke publik.
Meski begitu, hingga saat ini KPK belum mengungkap secara rinci siapa saja pihak lain yang turut diamankan dalam operasi tersebut. Informasi yang masih terbatas ini membuat publik menunggu perkembangan lanjutan dari hasil pemeriksaan intensif yang sedang dilakukan.
2. Diduga Berkaitan dengan Suap Proyek Infrastruktur
Dugaan awal dalam kasus ini mengarah pada praktik suap yang berkaitan dengan proyek infrastruktur. Hal ini diperkuat dengan langkah KPK yang langsung melakukan penggeledahan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tulungagung. Sektor ini memang kerap menjadi perhatian karena melibatkan anggaran besar serta proses pengadaan yang kompleks. Dugaan adanya aliran dana tidak wajar dalam proyek menjadi pintu masuk penyelidikan yang lebih dalam.
3. Dua Lokasi Vital Jadi Sasaran Penggeledahan
Dalam rangkaian OTT tersebut, KPK melakukan penggeledahan di dua lokasi strategis, yaitu Kantor Dinas PUPR dan Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso yang merupakan rumah dinas bupati. Kedua lokasi ini dinilai memiliki keterkaitan erat dengan dugaan perkara yang sedang diselidiki. Penggeledahan dilakukan secara intensif di berbagai ruangan untuk mengumpulkan dokumen dan bukti yang relevan.
Baca Juga: Teror dari Langit: Balon Udara Meledak di Atap Rumah Warga Tulungagung, Polisi Buru Pelaku
4. Ponsel Petugas Disita untuk Sterilisasi Informasi
Saat proses penggeledahan berlangsung di pendopo, tim KPK melakukan langkah preventif dengan menyita sementara ponsel milik anggota Satpol PP yang berjaga. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kebocoran informasi selama proses berlangsung. Selain itu, tindakan tersebut juga bertujuan menjaga kondisi tetap kondusif agar penyidik dapat bekerja secara optimal tanpa gangguan eksternal.
5. Koper dan Kardus Berisi Dokumen Diamankan
Dari hasil penggeledahan, tim KPK terlihat membawa keluar sejumlah koper dan kardus dari lokasi. Barang-barang tersebut diduga berisi dokumen penting yang berkaitan dengan administrasi pemerintahan maupun proyek tertentu. Dokumen ini menjadi salah satu kunci dalam mengungkap konstruksi perkara, termasuk potensi aliran dana dan pihak-pihak yang terlibat.
6. Sejumlah Pejabat Daerah Dipanggil untuk Diperiksa
Pasca OTT, aktivitas di Mapolres Tulungagung meningkat signifikan. Sejumlah pejabat dari lingkungan pemerintah daerah terlihat mendatangi lokasi untuk memenuhi panggilan penyidik KPK. Beberapa di antaranya merupakan pejabat strategis yang memiliki peran dalam pengelolaan administrasi dan keuangan daerah. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kasus ini berpotensi melibatkan lebih dari satu pihak dan membutuhkan pendalaman lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Drama OTT Tulungagung: Tak Hanya Bupati, Sang Adik Kandung Legislator PDIP Ikut Diboyong KPK
-
Detik-Detik Sopir Truk Sampah di Gresik Larikan Kendaraan yang Terbakar ke Pos Damkar
-
7 Fakta Profil dan Kekayaan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang Kena OTT KPK
-
KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Ini 7 Fakta Lengkapnya
-
Rekor Tangkapan Sabu Terbesar di Ponorogo Pecah, Polisi Ungkap Pengendali Bisnis dari Balik Lapas