- Sebanyak 15 jemaah calon haji asal Kabupaten Sumenep dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026.
- Penyebab pembatalan keberangkatan meliputi lima jemaah meninggal dunia, masalah kesehatan, serta persoalan keluarga yang cukup pelik.
- Sebanyak 1.343 jemaah calon haji lainnya tetap dijadwalkan berangkat secara bertahap mulai 7 hingga 21 Mei 2026.
SuaraJatim.id - Ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang paling dinanti, sebuah penantian panjang yang seringkali memakan waktu puluhan tahun.
Namun, bagi 15 warga Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kerinduan untuk bersimpuh di depan Kakbah pada musim haji 2026 ini harus pupus tepat di garis finis.
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep mengonfirmasi bahwa belasan jemaah calon haji (JCH) tersebut dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci karena berbagai alasan yang menyayat hati.
Takdir memang rahasia Tuhan. Dari 15 orang yang batal, lima di antaranya telah dipanggil Sang Khalik sebelum sempat menginjakkan kaki di atas pesawat. Penantian panjang mereka untuk menyempurnakan rukun Islam kelima ini berakhir di rumah duka, bukan di Baitullah.
"Alasan pokok di antara 15 orang ini adalah karena meninggal dunia," ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Sumenep, Ahmad Halimy, Senin (13/4/2026).
Selain faktor kematian, 10 jemaah lainnya terpaksa membatalkan keberangkatan karena masalah kesehatan dan persoalan keluarga yang pelik.
Salah satu kisah yang paling menyentuh adalah fenomena "pembatalan demi pasangan". Halimy menceritakan, ada kasus di mana salah satu pasangan (suami atau istri) meninggal dunia, kemudian pasangannya yang masih hidup memilih untuk menunda atau membatalkan keberangkatannya.
Rasa kehilangan yang mendalam membuat mereka tak sanggup jika harus menunaikan ibadah haji sendirian tanpa belahan jiwanya yang telah berpulang.
Kabupaten Sumenep sendiri tahun ini mendapatkan kuota sebanyak 1.330 jemaah. Jika ditambah dengan jemaah cadangan, total ada 1.343 orang yang dijadwalkan terbang menuju Mekkah. Mereka terbagi ke dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 77, 78, 79, dan 81.
Baca Juga: Dari Gendong Arang ke Baitullah: Kisah Haru Nenek 91 Tahun JCH Tertua di Ponorogo
Sesuai jadwal, rombongan besar ini akan mulai diberangkatkan secara bertahap mulai tanggal 7 hingga 21 Mei 2026. Di tengah persiapan yang makin intens, Halimy pun menitipkan pesan mendalam bagi mereka yang masih memiliki kesempatan berangkat.
"Kami mengimbau bagi calon haji yang masuk kuota tahun ini, hendaknya benar-benar menjaga kesehatan. Pastikan kondisi tetap prima saat menjalankan rangkaian ibadah nanti," pesannya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Dari Gendong Arang ke Baitullah: Kisah Haru Nenek 91 Tahun JCH Tertua di Ponorogo
-
Fokus Melayani, Bukan Cari Jodoh! Kemenhaj Surabaya Larang Petugas Haji Cinlok di Tanah Suci
-
Tegas Dibantah, Isu Pemeriksaan KPK Terhadap Haji Her Dinilai Hoaks dan Cenderung Fitnah
-
Niat Cari Air Malah Temukan Nafas Api: Teka-teki Sumur Gas di Karduluk yang Berujung Penutupan Paksa
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
-
Mimpi ke Tanah Suci yang Terhenti di Ambang Pintu: Kisah Pilu 15 Jemaah Calon Haji Sumenep
-
Groundbreaking JLKT dan Peresmian Air Bersih, Khofifah Wujudkan Bromo Aman dan Berkelanjutan
-
BRI Group Perkuat Ekosistem Ultra Mikro, Simpanan Emas Tembus 17,1 Ton
-
BRI Perkuat Fondasi Teknologi, Kantongi Sertifikasi Kualitas Software Internasional