- Zamroni menemukan gas alam yang mudah terbakar saat melakukan pengeboran sumur air di Dusun Somangkaan, Sumenep, Jawa Timur.
- Pemkab Sumenep secara resmi memerintahkan penghentian total aktivitas pengeboran di lokasi tersebut mulai Kamis, 2 April 2026.
- Keputusan tersebut diambil guna mencegah risiko kebakaran dan ledakan besar akibat kandungan gas volatil di bawah tanah.
SuaraJatim.id - Harapan Zamroni untuk mendapatkan sumber air bersih dari balik tanah halaman rumahnya di Dusun Somangkaan, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Sumenep, seketika berubah menjadi kekhawatiran.
Alih-alih kucuran air jernih yang menyegarkan, sumur bor yang ia gali justru memuntahkan aroma menyengat dan kobaran api yang siap melalap apa saja di sekitarnya.
Fenomena "sumur api" ini memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengambil tindakan tegas. Lewat pengumuman resmi pada Kamis (kemarin), pemerintah menginstruksikan agar seluruh aktivitas pengeboran di lokasi tersebut dihentikan secara permanen.
Keputusan ini bukan tanpa alasan; hasil uji laboratorium mengonfirmasi bahwa sumur tersebut mengandung gas alam yang sangat volatil.
"Per hari ini, kami minta agar pengeboran sumur tersebut resmi dihentikan. Berdasarkan uji laboratorium yang kami lakukan, air tersebut memang positif mengandung gas," tegas Dadang Dedy Iskandar, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Sumenep, Kamis (2/4/2026).
Kejadian bermula saat pengeboran mencapai kedalaman tertentu. Bukannya menemukan akuifer air, para pekerja justru disambut bau gas yang menusuk hidung. Rasa penasaran sempat terjawab dengan cara yang berbahaya: saat disulut, gas yang keluar dari lubang bor tersebut langsung menyemburkan api.
Lokasi sumur yang berada di Kecamatan Pragaan, sekitar 29 kilometer dari pusat kota Sumenep ini, kini dijaga ketat. Jika sebelumnya Pemkab hanya memberikan imbauan penghentian sementara, kini statusnya berubah menjadi harga mati.
"Kalau sebelumnya instruksi penghentian hanya sementara, saat ini kami meminta agar dihentikan total karena potensi bahaya kebakaran dan ledakan yang sangat besar," tambah Dadang.
Tanah Sumenep tampaknya menyimpan "harta karun" sekaligus ancaman di balik lapisannya. Kasus di Desa Karduluk ini mengingatkan publik pada peristiwa serupa medio 2016 silam di Dusun Janggerra Timur, Desa Gadding. Kala itu, pengeboran sumur warga juga terpaksa dihentikan karena alasan keamanan yang sama. (ANTARA)
Baca Juga: 5 Fakta Bayi Dibuang di Halaman Rumah Warga Sumenep, Sang Ibu Pendarahan
Berita Terkait
-
5 Fakta Bayi Dibuang di Halaman Rumah Warga Sumenep, Sang Ibu Pendarahan
-
5 Fakta Pencabulan Bocah 4 Tahun di Sumenep, Pelakunya Pelajar MTs
-
Bupati Sumenep Larang Pejabat Pakai Kendaraan Dinas Libur Tahun Baru 2026, Ini Alasannya
-
Pengasuh Ponpes Sumenep Divonis Kebiri dan 20 Tahun Penjara, Cabuli Banyak Santriwati Bertahun-tahun
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Tragedi Bus Restu di Tol Jomo: Satu Nyawa Melayang dalam "Tarian Maut" Akibat Pecah Ban
-
Mahameru Bergejolak: Rentetan Erupsi Beruntun Jumat Pagi dan Ancaman Lahar yang Mengintai
-
Tak Ada Kompromi untuk Urusan Gizi: BGN 'Gembok' Sementara Dua SPPG di Sampang
-
Niat Cari Air Malah Temukan Nafas Api: Teka-teki Sumur Gas di Karduluk yang Berujung Penutupan Paksa
-
Bukan Kurang Makan, Ternyata Ini Biang Keladi Belasan Rusa di Pendopo Tulungagung Kurus