- Pelajar MTs di Sumenep diduga mencabuli balita tetangganya sendiri.
- Ayah korban tinggalkan pekerjaan di Jakarta demi keadilan hukum.
- Polisi selidiki bukti medis kekerasan seksual pada bocah balita.
SuaraJatim.id - Seorang bocah 4 tahun diduga menjadi korban pencabulan pelajar MTs di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (Jatim). Pelaku tak lain adalah tetangganya sendiri.
Kejadian yang menimpa bocah itu terungkap saat korban mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa pada bagian sensitifnya. Ayah korban yang selama ini bekerja di Jakarta pun rela melepaskan pekerjaannya sementara demi mengawal kasus ini ke jalur hukum.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumenep, Nurul Sugiyati, mengonfirmasi bahwa kasus bocah 4 tahun diduga korban pencabulan pelajar MTs tersebut kini telah resmi dilaporkan ke pihak kepolisian.
Ayah korban berinisial S, menceritakan bahwa kecurigaannya muncul setelah mendapat telepon dari pihak keluarga di kampung. Meski ingin langsung pulang, ia baru bisa menginjakkan kaki di Madura pada Januari 2026 karena harus menunggu pengganti penjaga toko kelontong tempatnya bekerja di Jakarta.
"Saya langsung menduga sudah terjadi perlakuan tidak senonoh pada anak saya. Makanya saya memutuskan segera pulang ke Madura. Namun baru bisa pulang pada Januari 2026, karena harus menunggu yang menggantikan menjaga toko di Jakarta," ungkap S, dikutip dari BeritaJatim, Selasa (13/1/2026).
Setelah melakukan pemeriksaan medis dan mendapati bukti adanya kekerasan seksual, S melaporkan kasus ini ke Polres Sumenep dengan nomor laporan LP/B/11/2026/SPKT/Polres Sumenep/Polda Jawa Timur.
Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Agus Rusdyanto, menyatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam atas kasus yang melibatkan bocah 4 tahun diduga korban pencabulan pelajar MTs tersebut.
Berikut fakta-fakta kasus dugaan pencabulan tersebut.
1. Korban Ditinggal Merantau
Korban yang masih berusia 4 tahun sehari-harinya tinggal bersama kakek dan neneknya di Sumenep, Madura. Kedua orang tua korban diketahui sedang mengadu nasib di Jakarta dengan bekerja menjaga toko kelontong demi mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga.
Kondisi jauh dari orang tua ini diduga dimanfaatkan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya. Korban baru diketahui menjadi korban setelah mengeluh sakit pada area sensitifnya kepada pihak keluarga yang menjaganya di kampung halaman.
2. Terduga Pelaku Berstatus Pelajar MTs
Mirisnya, sosok yang diduga kuat melakukan aksi bejat tersebut adalah seorang remaja yang merupakan tetangga korban sendiri. Terduga pelaku diketahui masih berstatus sebagai siswa di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Meski masih di bawah umur, tindakan terduga pelaku telah memberikan dampak fisik dan psikis yang luar biasa bagi korban. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif dan kronologi lengkap dari perbuatan asusila tersebut.
3. Hasil Pemeriksaan Medis Membuktikan Kekerasan Seksual
Berita Terkait
-
Bejat! Modus Pedagang Takoyaki Ajak Anak 11 Tahun Naik Sepeda, Berakhir Dicabuli di Kalideres
-
Modus Jemput Pakai Sepeda Mini, Pedagang Takoyaki di Kalideres Tega Cabuli Bocah di Bawah Umur
-
Berkeliaran di Kantin SD Tiap Pagi, ASN Predator Seks Anak Cabuli 5 Siswa di NTB, Begini Modusnya!
-
Gak Punya Otak! ASN di Pasuruan Berkali-kali Cabuli Keponakan, Modusnya Begini
-
Bejat! Pemuda Mabuk di Tasikmalaya Tega Cabuli Nenek 85 Tahun yang Tinggal Sendiri
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
Terkini
-
41 Rumah Warga Tulungagung Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
-
Kronologi Janda Dua Anak Terjun ke Sungai Brantas Blitar, Diduga Depresi
-
Hadiri Peresmian 166 Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah:SR Jatim Terbanyak
-
Bebas Bersyarat 2 Napi Lapas Blitar Dicabut, Buntut Aniaya Napi hingga Tewas
-
4 WNA Perempuan Pencuri Emas 135 Gram di Surabaya Diciduk, Beraksi Saat Malam Natal