- Siti Robiah, nenek berusia 91 tahun asal Ponorogo, menjadi calon jemaah haji tertua yang berangkat pada tahun 2026.
- Ia mengumpulkan biaya haji selama enam tahun melalui hasil berjualan arang, buah srikaya, hingga menjual tanah pribadinya.
- Meski sempat mengalami kendala teknis saat perekaman sidik jari, hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi fisiknya tetap sehat terjaga.
SuaraJatim.id - Guratan dalam di telapak tangan Siti Robiah (91) adalah saksi bisu dari perjalanan hidup yang luar biasa keras.
Selama puluhan tahun, tangan itu terbiasa mencangkul tanah, memikul keranjang buah srikaya, hingga menggendong karung-karung arang untuk dijajakan di pasar.
Namun, di musim haji tahun 2026 ini, tangan yang sama, dengan jari-jari yang kini mulai membengkok dimakan usia, siap menengadah di depan Kakbah.
Siti Robiah, nenek dengan delapan cucu asal Dukuh Jatisari, Desa Prajegan, Ponorogo, resmi tercatat sebagai jemaah calon haji (JCH) tertua di wilayahnya.
Mbah Robiah, begitu ia akrab disapa, menyambut kabar keberangkatannya dengan ketenangan yang dalam.
"Tenang mawon, rasane nggih seneng banget (Tenang saja, rasanya ya senang sekali)," tuturnya dengan senyum tipis saat ditemui di kediamannya, Kamis (9/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Penantian itu tidaklah sebentar. Sejak mendaftarkan diri pada Juli 2020, Mbah Robiah harus menunggu selama enam tahun.
Meski usia senja terus menggerogoti fisiknya, semangatnya untuk menyempurnakan rukun Islam kelima tak pernah redup. Baginya, panggilan ke Tanah Suci adalah hadiah atas sabar yang ia pupuk seumur hidup.
Menabung dari Arang dan Srikaya
Baca Juga: Fokus Melayani, Bukan Cari Jodoh! Kemenhaj Surabaya Larang Petugas Haji Cinlok di Tanah Suci
Kisah di balik tabungan haji Mbah Robiah adalah potret nyata tentang tekad yang melampaui logika ekonomi. Ia bukan saudagar kaya.
Ia adalah pejuang hidup yang pernah melakoni apa saja demi menyambung nyawa. Mulai dari buruh tani hingga berjualan buah musiman.
Setiap rupiah yang ia peroleh dari berjualan arang disisihkan dengan teliti. Bahkan, hal-hal kecil seperti minyak goreng atau gula pemberian saat Lebaran ia kumpulkan untuk dijual kembali ke toko demi menambah pundi-pundi tabungan hajinya.
Puncaknya, demi melunasi biaya keberangkatan, Mbah Robiah rela melepas tanah miliknya.
"Mbah itu kerja keras sejak muda. Uangnya dikumpulkan buat makan dan ditabung. Sampai akhirnya tanah pun dijual untuk haji," ungkap Binti Masruroh, cucu yang setia mendampingi sang nenek.
Perjalanan menuju gerbang keberangkatan tidak tanpa hambatan. Saat proses administrasi di Kantor Kemenag, sebuah momen mengharukan terjadi.
Berita Terkait
-
Fokus Melayani, Bukan Cari Jodoh! Kemenhaj Surabaya Larang Petugas Haji Cinlok di Tanah Suci
-
Tegas Dibantah, Isu Pemeriksaan KPK Terhadap Haji Her Dinilai Hoaks dan Cenderung Fitnah
-
Babak Baru Korupsi Ponorogo: Berkas Dilimpahkan, Sugiri Sancoko Segera Duduk di Kursi Pesakitan
-
Alergi Pegang Ponsel Pasca OTT KPK: Pejabat Ponorogo Ganti Nomor Gara-gara Takut Disadap?
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Tidak Ada Berita Seharga Nyawa: Aksi Solidaritas Wartawan untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
-
Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan
-
Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji
-
Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan
-
Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat