- Mislicha Kasib, penjual cilok asal Bugul Kidul, Pasuruan, memulai aktivitas memasak sejak pukul 02.00 WIB setiap hari.
- Berkat ketekunan menabung selama puluhan tahun, Mislicha akhirnya akan berangkat menunaikan ibadah haji pada musim 1447 H/2026.
- Anak bungsunya, Mariatul Qibtiyah, turut mendaftar haji demi mendampingi sang ibu berkat hasil menabung dari berjualan cilok mandiri.
SuaraJatim.id - Di saat sebagian besar orang masih terbuai mimpi di bawah selimut hangat, dapur Mislicha Kasib (85) sudah mengepul.
Jarum jam baru menunjukkan pukul 02.00 WIB pagi, namun jemari rentanya telah lihai mengaduk adonan tepung terigu dan bumbu.
Bagi Mislicha, setiap butir cilok yang ia bentuk bukan sekadar dagangan, melainkan kepingan rindu yang ia kumpulkan untuk mengetuk pintu langit.
Warga Bugul Kidul, Pasuruan ini adalah potret nyata dari sebuah keteguhan. Mengenakan pakaian serba putih yang bersih dan bersahaja, ia tampak siap menyambut hari.
Siapa sangka, di balik senyum teduhnya, tersimpan jejak perjuangan yang sanggup menggetarkan hati siapapun yang mendengarnya.
“Sebelum Subuh sudah di dapur. Jualan cilok di depan SMP 5 Jalan Trunojoyo setiap hari mulai jam delapan pagi,” kenangnya lirih pada Jumat (24/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Usia boleh saja senja, namun semangat Mislicha menolak luruh. Setiap pagi, ia mendorong sendiri gerobak ciloknya sejauh satu kilometer.
Jika rasa pegal mulai menyerang tubuh ringkihnya, ia hanya mengandalkan tegukan jamu tradisional sebagai penawar lelah. Tak ada keluh, hanya ada tekad yang membaja.
Penghasilan Mislicha jauh dari kata mewah. Di hari yang ramai, ia hanya mengantongi untung sekitar Rp50 ribu. Sejak suaminya berpulang 12 tahun silam, ia harus berjibaku sendirian membesarkan kedelapan anaknya. Namun, kemiskinan tak pernah mampu membeli imannya.
Baca Juga: Pasutri Lumajang Tertipu Rp80 Juta Demi Pangkas Antrean Haji 11 Tahun
Kuncinya adalah istiqomah. Setiap hari, tanpa absen, ia menyisihkan Rp10 ribu hingga Rp15 ribu ke dalam celengan sederhananya. Ditambah dengan uang arisan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, "bukit" harapan itu akhirnya terbentuk.
“Sudah 65 tahun saya jualan cilok. Kalau tidak menabung sedikit-sedikit, tidak akan bisa karena pengeluaran sangat banyak,” ujarnya bersahaja.
Buah dari ketekunannya selama enam dekade itu memuncak pada tahun 2017, saat ia akhirnya mampu mendaftarkan diri. Kini, setelah menanti selama sembilan tahun, Mislicha yang tergabung dalam Kloter 10 Embarkasi Surabaya bersiap terbang menuju Baitullah pada musim haji 1447 H/2026 mendatang.
Keteguhan Mislicha ternyata menular pada putri bungsunya, Mariatul Qibtiyah (35). Tergerak oleh perjuangan sang ibu, Mariatul bahkan rela meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh pabrik untuk beralih profesi menjadi penjual cilok. Tujuannya hanya satu agar bisa menabung secara mandiri dan mendampingi sang ibu di Tanah Suci.
“Baru tahun 2020 saya menyusul daftar untuk mendampingi Emak. Tabungannya dari sisa belanja tepung dan bawang yang dimasukkan ke celengan,” ungkap Mariatul dengan mata berkaca-kaca.
Berita Terkait
-
Pasutri Lumajang Tertipu Rp80 Juta Demi Pangkas Antrean Haji 11 Tahun
-
Dijanjikan Naik Haji, Nenek 86 Tahun di Bojonegoro Tertipu 2 Bandit yang Kuras Hartanya
-
Kloter Pertama Haji Surabaya Resmi Diberangkatkan, Khofifah Titip Pesan Kesehatan dan Kekhusyukan
-
Doa dan Harapan Khofifah Melepas Kloter Pertama Jemaah Calon Haji Jatim
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Surat Cinta Terakhir Pelajar yang Gantung Diri di Gudang Masjid Kediri
-
Maut di Balik Tawa: Tragedi Dini Hari Dua Pelajar Jombang yang Berakhir di Kolong Truk
-
Puluhan Siswa di Kediri Keracunan MBG, Operasional SPPG Tempurejo Dihentikan Sementara
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun dan Siap Dorong Pertumbuhan Berkualitas
-
Permainan Licin Pokmas Boneka: Siasat Ketua DPRD Magetan cs Manipulasi Dana Pokir Ratusan Miliar