- Seorang petani menemukan jasad pria membusuk di ladang jagung Dusun Babatan, Jombang, pada Senin, 20 April 2026.
- Penyidik berhasil mengidentifikasi korban sebagai Benekditus asal Mojokerto melalui sidik jari jempol dan data ponsel miliknya.
- Hasil autopsi menunjukkan luka tusuk fatal di tubuh korban, namun polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian tersebut.
SuaraJatim.id - Aroma kematian itu pertama kali menusuk hidung seorang petani di Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Wonosalam, Jombang, pada Senin siang (20/4/2026).
Di balik rimbunnya batang-batang jagung, sebuah jasad pria ditemukan dalam kondisi mengenaskan—membusuk, dikerubuti belatung, dan membisu seribu bahasa.
Seminggu lebih identitas pria itu menjadi teka-teki besar bagi warga Jombang. Namun, melalui ketelitian tim penyidik Sat Reskrim Polres Jombang, tabir gelap itu akhirnya tersingkap. Pria malang tersebut adalah Benekditus (25), seorang pemuda asal Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
Mengidentifikasi jasad yang sudah membusuk selama 10 hari bukanlah perkara mudah. Sebagian besar sidik jari korban sudah tidak terbaca akibat proses dekomposisi yang cepat di area terbuka. Namun, sebuah harapan muncul dari ibu jari korban.
"Kami menemukan kecocokan pada jempol korban yang masih terbaca dengan baik. Dari sana, ada kecocokan 13 titik dari data NIK (Nomor Induk Kependudukan)," ungkap Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, Rabu (29/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Selain bukti sidik jari, sebuah ponsel yang masih tersimpan di saku celana korban menjadi kunci pembuka jalan. Polisi menelusuri data di dalamnya dan mencocokkannya dengan laporan orang hilang di Polsek Puri, Polres Mojokerto. Hasilnya identik. Keluarga pun mengenali pakaian yang melekat pada tubuh korban sebagai milik Benekditus.
Meski nama korban sudah dikantongi, misteri kematiannya justru semakin dalam. Hasil autopsi menunjukkan adanya luka tusuk yang fatal di dada sebelah kiri dan perut. Yang lebih mencurigakan, sebuah pisau ditemukan tertindih oleh tubuh korban saat pertama kali dievakuasi.
Apakah ini aksi pembunuhan berencana, perampokan yang berujung maut, atau ada faktor lain yang lebih kompleks? Polisi belum berani menarik kesimpulan prematur.
"Korban diperkirakan meninggal sekitar 10 hari sebelum ditemukan. Kami masih mendalami segala kemungkinan, apakah ini akibat tindak pidana pembunuhan atau ada penyebab lainnya," tegas AKP Dimas Robin.
Baca Juga: Dipecat, Guru SD di Jombang Melawan: Indisipliner atau Efek Kritik Fasilitas Sekolah?
Penemuan jasad Benekditus telah mengguncang ketenangan lereng pegunungan Wonosalam. Meskipun identitas telah terverifikasi lewat sidik jari dan pengakuan keluarga, polisi tetap melakukan prosedur tes DNA untuk memastikan segalanya secara ilmiah tanpa celah keraguan.
Berita Terkait
-
Dipecat, Guru SD di Jombang Melawan: Indisipliner atau Efek Kritik Fasilitas Sekolah?
-
Maut di Balik Tawa: Tragedi Dini Hari Dua Pelajar Jombang yang Berakhir di Kolong Truk
-
Misteri Mayat Tanpa Busana di Jombang Terungkap, Dihabisi Sahabat Karib karena Cemburu Buta
-
Asap Maut Tengah Malam: ART Tewas Terjebak dalam Rumah yang Kebakaran di Jombang
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
Jatim Sumbang 51% Produksi Gula Nasional, Khofifah Genjot Produktivitas Lewat Program Bongkar Ratoon
-
Evaluasi Boleh, Bubar Jangan! Suara Relawan SPPG Blitar Raya Dukung Program MBG
-
Mengaku Wartawan dan LSM, Makelar Kasus Gadungan di Pasuruan Gondol Rp120 Juta demi Sabu
-
Aset Mangkrak Jadi Kafe Hits 24 Jam: Begini Cara Pemkab Blitar Sulap Lahan Mati Jadi Ladang PAD
-
GrabCar Plus dan GrabCar Premium di Surabaya Hadirkan Layanan Perjalanan Nyaman serta Eksklusif