Wakos Reza Gautama
Rabu, 29 April 2026 | 15:29 WIB
Ilustrasi mayat. Misteri penemuan mayat pria tanpa identitas di kebun jagung Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, akhirnya terkuak. [unsplash/john hendrick]
Baca 10 detik
  • Seorang petani menemukan jasad pria membusuk di ladang jagung Dusun Babatan, Jombang, pada Senin, 20 April 2026.
  • Penyidik berhasil mengidentifikasi korban sebagai Benekditus asal Mojokerto melalui sidik jari jempol dan data ponsel miliknya.
  • Hasil autopsi menunjukkan luka tusuk fatal di tubuh korban, namun polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian tersebut.

SuaraJatim.id - Aroma kematian itu pertama kali menusuk hidung seorang petani di Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Wonosalam, Jombang, pada Senin siang (20/4/2026).

Di balik rimbunnya batang-batang jagung, sebuah jasad pria ditemukan dalam kondisi mengenaskan—membusuk, dikerubuti belatung, dan membisu seribu bahasa.

Seminggu lebih identitas pria itu menjadi teka-teki besar bagi warga Jombang. Namun, melalui ketelitian tim penyidik Sat Reskrim Polres Jombang, tabir gelap itu akhirnya tersingkap. Pria malang tersebut adalah Benekditus (25), seorang pemuda asal Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Mengidentifikasi jasad yang sudah membusuk selama 10 hari bukanlah perkara mudah. Sebagian besar sidik jari korban sudah tidak terbaca akibat proses dekomposisi yang cepat di area terbuka. Namun, sebuah harapan muncul dari ibu jari korban.

"Kami menemukan kecocokan pada jempol korban yang masih terbaca dengan baik. Dari sana, ada kecocokan 13 titik dari data NIK (Nomor Induk Kependudukan)," ungkap Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, Rabu (29/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Selain bukti sidik jari, sebuah ponsel yang masih tersimpan di saku celana korban menjadi kunci pembuka jalan. Polisi menelusuri data di dalamnya dan mencocokkannya dengan laporan orang hilang di Polsek Puri, Polres Mojokerto. Hasilnya identik. Keluarga pun mengenali pakaian yang melekat pada tubuh korban sebagai milik Benekditus.

Meski nama korban sudah dikantongi, misteri kematiannya justru semakin dalam. Hasil autopsi menunjukkan adanya luka tusuk yang fatal di dada sebelah kiri dan perut. Yang lebih mencurigakan, sebuah pisau ditemukan tertindih oleh tubuh korban saat pertama kali dievakuasi.

Apakah ini aksi pembunuhan berencana, perampokan yang berujung maut, atau ada faktor lain yang lebih kompleks? Polisi belum berani menarik kesimpulan prematur.

"Korban diperkirakan meninggal sekitar 10 hari sebelum ditemukan. Kami masih mendalami segala kemungkinan, apakah ini akibat tindak pidana pembunuhan atau ada penyebab lainnya," tegas AKP Dimas Robin.

Baca Juga: Dipecat, Guru SD di Jombang Melawan: Indisipliner atau Efek Kritik Fasilitas Sekolah?

Penemuan jasad Benekditus telah mengguncang ketenangan lereng pegunungan Wonosalam. Meskipun identitas telah terverifikasi lewat sidik jari dan pengakuan keluarga, polisi tetap melakukan prosedur tes DNA untuk memastikan segalanya secara ilmiah tanpa celah keraguan.

Load More