"Hari ini kami tidak hanya menyambut rombongan perjalanan spiritual, tetapi juga menyambut ketulusan, keteguhan hati, dan langkah-langkah damai yang dijalani dengan kesederhanaan dan keikhlasan," ucapnya.
Sepanjang perjalanan ratusan kilometer yang ditempuh, para Bhikkhu bertemu banyak masyarakat dan anak-anak yang menyambut dengan hangat. Meski mungkin tidak saling memahami bahasa, senyum dan ketulusan menjadi bahasa universal yang mempersatukan.
"Di situlah sesungguhnya makna perdamaian hadir, yaitu sederhana, namun mampu menyentuh hati dan menghadirkan rasa persaudaraan di tengah keberagaman," tuturnya.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menuturkan masyarakat Jawa Timur merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan mulia ini. Kehadiran para Bhikkhu yang membawa pesan _walk for peace_ menghadirkan kesejukan sekaligus menjadi pengingat untuk terus menjaga harmoni, toleransi, dan persaudaraan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
"Kami berharap para Bhikkhu dapat merasakan kehangatan masyarakat Jawa Timur," ujarnya.
Di kesempatan ini Gubernur Khofifah juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan penuh dedikasi dan kebersamaan.
Tak hanya itu, Ia juga mendoakan agar rangkaian perjalanan _Indonesia Walk for Peace_ 2026 diberikan kelancaran, kesehatan, kekuatan, dan keselamatan hingga mencapai tujuan akhir.
"Semoga setiap langkah yang dijalani menjadi jejak kebaikan yang membawa kedamaian bagi Indonesia dan dunia. Semoga kebersamaan hari ini menjadi kenangan hangat dalam perjalanan spiritual para Bhikkhu sekalian," pungkasnya.
Kepala Rombongan Bhikkhu Bhante Phra Phanarin Oaksonthip menyampaikan dirinya merasa senang di hari ketujuh perjalanannya telah sampai di Surabaya Jawa Timur.
Baca Juga: Gubernur Lemhannas Apresiasi Jatim Jadi Role Model Penguatan SDM dan Ketahanan Pangan Nasional
Ia juga terkesan atas sambutan Gubernur Khofifah, aparat juga masyarakat yang begitu ramah kepada mereka, perbedaan bahasa tidak menjadi kendala berarti.
"Kami bahagia sekali karena selama perjalanan dari Bali hawanya panas tapi saat sampai di Surabaya rasanya adem (dingin) karena banyak pohonnya. Terima kasih atas penyambutannya yang hangat yang diberikan pemerintah, aparat dan masyarakat," ucap Bhante Phra Phanarin. ***
Berita Terkait
-
Gubernur Lemhannas Apresiasi Jatim Jadi Role Model Penguatan SDM dan Ketahanan Pangan Nasional
-
Gubernur Khofifah dan Kepala BRIN Perkuat Kolaborasi Riset dan Hilirisasi Inovasi
-
Gubernur Khofifah Pimpin Panen dan Percepatan Tanam: Produksi Naik 5 Persen, Target Ekspor Beras
-
Peringatan Hardiknas di Grahadi, Gubernur Khofifah Puji Kreativitas Vokasi Jatim
-
Ekonomi Jatim Tumbuh Hampir 6%, Tertinggi Se-Jawa, Gubernur Khofifah: Bukti Ketahanan & Akselerasi
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Baru 5 Menit Ngobrol, Pria di Jombang Tewas Mendadak di Samping Teman Wanitanya
-
Strategi Hexahelix Menteri Ekraf Jadikan Jatim Media Summit Pintu Gerbang Pasar Global
-
Malam Kelam di Pulo Wonokromo: Saat Selokan Menjadi Saksi Bisu Pembuangan Bayi Mungil
-
Khofifah Apresiasi Peran Polri dalam Melayani Masyarakat di Hari Bhayangkara ke-80
-
Anisa Alumnus Unair Meninggal saat Mengikuti Latsarmil Kopdes Merah Putih