Di saat yang sama, transformasi birokrasi pun terus diperkuat melalui berbagai inovasi layanan digital, seperti TRANS JATIM AJAIB 2.0, JOSS GANDOS, dan MAJADIGI. Berbagai inovasi tersebut, kata Khofifah, merupakan bagian dari upaya menghadirkan birokrasi yang semakin efektif, adaptif, responsif, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Namun demikian, Khofifah menegaskan bahwa kepemimpinan adaptif dan inovatif tidak akan memiliki makna apabila tidak diwujudkan dalam aksi nyata. Oleh karena itu, implementasi proyek perubahan yang disusun para peserta selama mengikuti PKN II menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi birokrasi di instansi masing-masing.
"Kita berharap proyek perubahan yang telah dipresentasikan benar-benar dilaksanakan setelah peserta kembali ke institusinya. Menurut saya, mahkota PKN II adalah ketika proyek perubahan itu benar-benar diimplementasikan," tegasnya.
Komitmen terhadap implementasi tersebut, lanjut Khofifah, selalu menjadi perhatian dalam setiap kunjungan kerjanya ke berbagai daerah. Ia mengaku kerap menanyakan keberlanjutan proyek perubahan yang dihasilkan para alumni PKN II. Di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri, sejumlah kepala perangkat daerah alumni PKN II telah berhasil mengimplementasikan proyek perubahannya sehingga mampu meningkatkan efektivitas organisasi sekaligus kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain pembelajaran di dalam kelas dan penyusunan proyek perubahan, Khofifah juga mengapresiasi pelaksanaan Visitasi Kepemimpinan Nasional sebagai bagian dari proses pembelajaran PKN II. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai praktik kepemimpinan berbasis empati, pelayanan publik pada saat krisis, serta pentingnya kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
"Melalui pengalaman tersebut, para peserta belajar bahwa resiliensi nasional dibangun dari pelayanan publik yang tangguh. Ketika layanan kesehatan, pendidikan, perlindungan kelompok rentan, dan aktivitas ekonomi tetap berjalan, saat itulah fondasi ketahanan bangsa semakin kuat," ujarnya.
Di akhir, Khofifah berharap seluruh ilmu, pengalaman, jejaring, serta proyek perubahan yang diperoleh selama mengikuti PKN II dapat menjadi bekal dalam membangun birokrasi yang semakin profesional, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
"Jadilah pemimpin yang mampu mendengar sebelum memutuskan, merangkul sebelum memerintah, membangun kolaborasi sebelum mengandalkan kewenangan, serta menghadirkan kebijakan yang adaptif, inovatif, dan benar-benar berdampak bagi masyarakat," pungkasnya.***
Baca Juga: Khofifah Apresiasi Peran Polri dalam Melayani Masyarakat di Hari Bhayangkara ke-80
Berita Terkait
-
Khofifah Apresiasi Peran Polri dalam Melayani Masyarakat di Hari Bhayangkara ke-80
-
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Meriahkan Jalan Sehat
-
Gubernur Khofifah Buka Jambore Perhutanan Sosial di Madiun: Dorong KUPS dan Penguatan Agroforestri
-
Buka Expo Konstruksi, Gubernur Khofifah Optimistis pada Penciptaan Lapangan Kerja di Jatim
-
Gubernur Khofifah Kuatkan Daya Beli Lewat Pasar Murah, Kendalikan Inflasi dan Sediakan Bahan Pokok
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Sopir Towing Ngantuk di Lajur Cepat, 5 Kendaraan Tabrakan Karambol di Tol Sumo
-
Kabar Duka: Nyai Hj Mahfudhoh Putri Pendiri NU KH Wahab Chasbullah Wafat di Usia 82 Tahun
-
Komplotan Curanmor di Surabaya Gunakan Kode Siulan Saat Beraksi, Tiga Residivis Ditangkap
-
Terjerat Dugaan Pungli, Oknum Lurah di Surabaya Dicopot Jadi Staf Perpustakaan
-
Dituding Santet Anaknya, Kakek 70 Tahun di Sampang Dihabisi Tetangga: Pelaku Tidak Menyesal