- Balai Besar TNBTS membuka kembali kawasan wisata Gunung Bromo untuk umum pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 00.01 WIB.
- Pembukaan dilakukan setelah tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi selama 13 hari sejak 3 Agustus 2026.
- Pihak pengelola memberlakukan kuota ketat 2.752 orang per hari serta melarang pengunjung menyalakan api unggun atau membuang puntung rokok.
SuaraJatim.id - Kabar yang dinanti-nanti oleh para pemburu sunrise akhirnya tiba. Setelah sempat diselimuti asap kelabu akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kawasan wisata Gunung Bromo dipastikan akan kembali dibuka untuk umum pada Kamis (20/8/2026) tepat pukul 00.01 WIB.
Keputusan ini diambil setelah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyatakan kondisi kawasan telah aman dan api sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Bukan perkara mudah untuk mengembalikan Bromo ke pelukan wisatawan. Sejak api pertama kali muncul pada Senin (3/8/2026), tim gabungan harus berjibaku melawan medan yang sulit dan angin kencang selama 13 hari berturut-turut.
Peningkatan eskalasi api bahkan sempat memaksa seluruh pintu masuk, mulai dari Cemorolawang, Wonokitri, hingga Senduro, ditutup total sejak Sabtu (8/8/2026).
"Kami mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada TNI, Polri, BNPB, relawan, hingga masyarakat dan pelaku jasa wisata yang telah berjuang bersama memadamkan api," ujar Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, Rabu (19/8/2026).
Bagi Anda yang sudah tidak sabar ingin merasakan dinginnya udara Bromo, pemesanan tiket sudah mulai bisa dilakukan hari ini melalui laman resmi bromotenggersemeru.id.
Namun, jangan sampai terlambat, karena TNBTS tetap memberlakukan kuota ketat demi menjaga ekosistem, yakni hanya 2.752 orang per hari.
Semua pintu masuk utama di empat kabupaten (Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang) akan dibuka secara serentak tengah malam nanti.
Meski sudah dibuka, pihak TNBTS memberikan catatan penting bagi setiap pengunjung. Keindahan Bromo yang rapuh pascakebakaran menuntut kepedulian lebih dari para wisatawan.
Baca Juga: Operasi Karhutla Gunung Bromo TNBTS Selesai, Posko Resmi Ditutup
Larangan keras diberlakukan untuk aktivitas yang memicu api, seperti menyalakan api unggun, membuang puntung rokok sembarangan, hingga bermain kembang api.
"Mari kita bersama-sama menjaga kawasan ini agar kebakaran tidak terulang kembali. Jika melihat asap atau bara sekecil apa pun, segera lapor petugas," tegas Rudi. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Fajar Emas Kembali Menyapa: Bromo Resmi Dibuka Besok Setelah 13 Hari Melawan Api
-
Skandal di Balai Desa: Hanya Pakai Sarung Saat Digerebek, Oknum Kasun di Gresik Didenda Rp20 Juta
-
Detik-Detik Mobil SPPG Magetan Terguling Usai Hantam Tiang Wi-Fi
-
3 Alasan Skin Mobile Legends Terbaru Wajib Dibeli dari GoPay Games Sekarang
-
Dua Jam Lawan Kebakaran, Damkar Padamkan Api yang Hanguskan Rumah Warga Jombang