- Tim BPKW Wilayah XI menemukan struktur pemukiman elit Majapahit di Desa Sentonorejo, Trowulan, Mojokerto pada Juli 2026.
- Ekskavasi mengungkap pola lantai segi enam dan dinding bata masif yang menjadi simbol status sosial kaum bangsawan.
- Penelitian ini melibatkan kolaborasi ahli arkeologi guna memetakan tata ruang kota serta hunian pejabat tinggi kerajaan masa lalu.
SuaraJatim.id - Di bawah permukaan tanah Desa Sentonorejo, Trowulan, Mojokerto, sebuah rahasia besar tentang gaya hidup kaum bangsawan Kerajaan Majapahit mulai terungkap.
Bukan sekadar tumpukan bata merah biasa, namun sebuah tata ruang yang mengisyaratkan kemewahan dan strata sosial tinggi pada masanya.
Tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPKW) Wilayah XI kini tengah berpacu dengan waktu dalam misi penyelamatan Situs Sentonorejo.
Hasilnya mereka menemukan kepingan puzzle yang memperkuat dugaan bahwa kawasan ini adalah kawasan elit atau hunian para pejabat tinggi di jantung ibu kota Majapahit.
Ketua Tim Ekskavasi, Muhammad Ichwan, mengungkapkan bahwa temuan kali ini sangat spesifik. Tim menemukan struktur bata yang rapi, susunan batu kali yang membentuk lantai, hingga dinding-dinding memanjang yang diduga kuat sebagai pembatas antarkompleks hunian.
"Dilihat dari pola dan karakteristiknya, ini jelas merupakan situs pemukiman," ujar Ichwan saat ditemui di lokasi ekskavasi, Senin (6/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Salah satu penanda kemewahan yang paling ikonik adalah keberadaan lantai berbentuk segi enam (hexagonal). Di dunia arkeologi Majapahit, lantai segi enam bukan sekadar dekorasi, ia adalah simbol status.
Pola simetris ini hanya ditemukan di lokasi-lokasi penting, serupa dengan yang ada di Situs Segaran dekat Museum Majapahit.
Keyakinan para arkeolog bahwa Sentonorejo adalah kawasan khusus tidak muncul begitu saja. Selain temuan fisik, sejarah lisan dan nama wilayah (toponimi) menjadi saksi bisu yang tak terbantahkan.
Baca Juga: Insiden di Bypass Balongmojo Mojokerto: Jasad Misterius Tergeletak di Depan SPBU
Situs ini dikelilingi oleh dusun dengan nama-nama sakral seperti Kedaton (istana), Sentonorejo, hingga Plintahan. Bahkan, Kitab Bujangga Manik yang tersohor itu menyebut kawasan ini sebagai bagian dari Bubat, lokasi yang melegenda dalam catatan sejarah Nusantara.
"Ada korelasi kuat antara Situs Kedaton, Sumur Upas, dan temuan umpak di sini. Semuanya membentuk satu kesatuan tata ruang pemukiman elit," jelas Ichwan.
Berbeda dengan situs lain yang mungkin berupa bangunan tunggal, di Sentonorejo, para peneliti mulai bisa memetakan bagaimana komplek-komplek rumah bangsawan Majapahit dipisahkan oleh pagar dan dinding bata yang masif.
Ekskavasi yang berlangsung sejak 24 Juni hingga 8 Juli 2026 ini bukan sekadar penggalian biasa. Ini adalah kolaborasi besar yang melibatkan Departemen Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sebanyak 33 personel, termasuk 18 warga lokal yang bertindak sebagai tenaga ahli penggali, bahu-membahu menyingkap tanah yang menyelimuti sisa-sisa kejayaan masa lalu.
Saat ini, tiga titik penggalian strategis telah dibuka, mencakup area di barat Situs Umpak hingga seberang area utama.
Tag
Berita Terkait
-
Insiden di Bypass Balongmojo Mojokerto: Jasad Misterius Tergeletak di Depan SPBU
-
Penemuan Mayat di Saluran Air: Pak Ogah Tol Mojokerto Barat Ditemukan Tewas Usai Subuh
-
Misteri Pria Ber-sweater Hitam: Jasad Tanpa Identitas Mengambang di Arus Dam Rolak 9 Mojokerto
-
Bayang-Bayang Badai PHK Massal Menghantui Raksasa Otomotif di Mojokerto, Apa Kata Disnaker?
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Kecelakaan Maut di Lampu Merah Pandaan: Kontainer Blong Sapu Antrean Motor, 3 Nyawa Melayang
-
Gubernur Khofifah & Pangdam V/Brawijaya Lepas Karnaval Budaya di Bangkalan: Bakti TNI untuk Negeri
-
Menyibak Jejak Pemukiman Elit Era Majapahit di Balik Lantai Segi Enam Sentonorejo
-
Aroma Busuk di Balik Dapur MBG Pamekasan: Tercium Dugaan Skandal Suap
-
BRI di Bawah Danantara Tebar Dividen Rp52,1 Triliun, Transformasi Makin Kuat