Wakos Reza Gautama
Selasa, 30 Juni 2026 | 12:14 WIB
Warga Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di saluran air desa setempat, Selasa (30/6/2026). Korban ditemukan dalam kondisi tengkurap dan masih mengenakan pakaian lengkap. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Seorang pria bernama Sayudi ditemukan meninggal dunia di saluran air Desa Pagerluyung, Mojokerto, pada Selasa pagi, 30 Juni 2026.
  • Korban dikenal warga bekerja sebagai pengatur lalu lintas atau Pak Ogah di sekitar pintu keluar Tol Mojokerto Barat.
  • Polisi melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah ke RSUD RA Basoeni untuk menunggu hasil visum penyebab kematiannya.

SuaraJatim.id - Warga Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, digegerkan penemuan sesosok tubuh pria ditemukan terbujur kaku dengan posisi tengkurap di dalam saluran air, Selasa pagi (30/6/2026).

Pria itu adalah Sayudi (39), sosok yang sangat akrab bagi warga setempat. Penemuan tragis sekitar pukul 04.30 WIB itu seketika menjadi buah bibir, meski laporan resmi baru sampai ke meja Polsek Gedeg beberapa jam kemudian.

Sayudi bukan orang asing bagi para pengguna jalan di sekitar pintu keluar Tol Mojokerto Barat. Sayudi dikenal sebagai sosok yang setia membantu menyeberangkan kendaraan.

Pekerjaan sebagai Pak Ogah itu ia jalani hampir setiap malam, menjemput rezeki di tengah hiruk-pikuk lalu lintas tol.

Namun, malam itu menjadi pengabdian terakhirnya. Keluarga korban pun terkejut bukan main. Menurut mereka, Sayudi keluar rumah dalam kondisi sehat dan tidak mengeluhkan sakit apa pun sebelumnya.

Kematian Sayudi menyisakan awan tebal misteri. Polisi yang tiba di lokasi bersama Tim Inafis Polres Mojokerto Kota langsung melakukan olah TKP.

Hasil sementara tidak ada satu pun barang berharga milik korban yang hilang. Hal ini seolah menepis dugaan perampokan yang berakhir dengan kekerasan.

"Korban memang sering keluar malam untuk membantu menyeberangkan kendaraan di dekat pintu tol. Saat ditemukan, barang-barangnya masih utuh," ujar Kapolsek Gedeg, AKP Dimas Adit Sutono dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih belum berani berspekulasi. Dugaan apakah korban terjatuh, mengalami serangan medis mendadak, atau ada keterlibatan pihak lain, masih menjadi tanda tanya besar yang bergantung pada hasil meja autopsi.

Baca Juga: Misteri Video di Alun-alun Batu: Siapa Sosok yang Menemani Hari-Hari Terakhir Pejabat Bangkalan?

Jenazah Sayudi kini telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD RA Basoeni untuk menjalani visum.

"Penyebab kematian masih kami dalami. Kami menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk memastikan segalanya, termasuk menyelidiki siapa saja yang terakhir kali terlihat bersama korban," pungkas AKP Dimas.

Load More