Khofifah mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi yang dibangun antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, dan para petani melalui optimalisasi pola tanam, penggunaan benih unggul, penguatan jaringan irigasi, mekanisasi pertanian, hingga pendampingan berkelanjutan kepada petani.
Menurut Khofifah, keberhasilan meningkatkan produksi padi membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memberikan dampak nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, pada komoditas kedelai, Jawa Timur juga terus memperkuat perannya sebagai salah satu daerah prioritas pengembangan nasional. Berbagai langkah dilakukan mulai dari peningkatan luas tanam, penggunaan varietas unggul, penerapan teknologi budidaya, hingga penguatan pendampingan petani guna meningkatkan produksi kedelai dalam negeri.
Khofifah menegaskan, penguatan ketiga komoditas strategis tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan harus dibangun secara komprehensif melalui pengembangan berbagai subsektor pertanian yang saling mendukung.
Ia juga mengapresiasi peran aktif TNI yang tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan negara, tetapi juga hadir mendampingi masyarakat dalam pembangunan sektor pertanian melalui pemanfaatan lahan produktif serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan petani.
“Semangat gotong royong yang ditunjukkan TNI bersama masyarakat dalam panen raya ini menjadi contoh nyata bahwa membangun ketahanan pangan merupakan tugas bersama. Ketika seluruh komponen bangsa bergerak dalam satu tujuan, saya yakin cita-cita mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat di bidang pangan akan semakin cepat terwujud,” ungkapnya.
Khofifah menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap terus mendukung berbagai program strategis pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Jawa Timur memiliki modal yang kuat untuk terus berkontribusi bagi Indonesia. Sebagai produsen gula terbesar nasional, salah satu lumbung padi Indonesia, serta daerah yang terus memperkuat pengembangan kedelai, kami siap mempererat sinergi dengan pemerintah pusat, TNI, petani, akademisi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya
“Kolaborasi adalah kunci. Dengan kerja keras, inovasi, dan gotong royong, kami optimistis ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh dan Indonesia mampu mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan,” lanjut Khofifah.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Tutup PKN II Angkatan II/2026 di BPSDM Jatim, Tegaskan Kepemimpinan Inovatif
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik merupakan bukti bahwa ketahanan pangan adalah gerakan nasional yang hanya dapat diwujudkan melalui persatuan dan kolaborasi seluruh komponen bangsa.
“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya panen raya terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan dan bekerja bersama mewujudkan Indonesia yang berdaulat serta mampu memanfaatkan seluruh kekayaan alam demi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.
“Kita optimistis, kita canangkan cita-cita kita setinggi langit. Indonesia akan menjadi negara makmur. Kita ingin menjadi bangsa yang bangkit. Kekuatan dan kesejahteraan masyarakatnya menjadi pertahanan yang kuat bagi suatu bangsa,” pungkasnya.***
Berita Terkait
-
Gubernur Khofifah Luncurkan Gernas Rana MPLS Ramah 2026, Pastikan Siswa Belajar Aman Tanpa Kekerasan
-
Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi: Optimis Tumbuh
-
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Riau, Sukses Catat Transaksi Rp 1 Triliun Lebih
-
Jatim Raih 8 Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026, Gubernur Khofifah: Wujudkan Ekonomi Syariah
-
Gubernur Khofifah & Pangdam V/Brawijaya Lepas Karnaval Budaya di Bangkalan: Bakti TNI untuk Negeri
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Presiden Pimpin Panen Raya TNI Terintegrasi di Malang, Gubernur: Jatim Pilar Utama Ketahanan Pangan
-
Hanya Ada Motor: Misteri Hilangnya Kakek 70 Tahun di Hutan Wangun Tuban Belum Terpecahkan
-
Nobar Piala Dunia 2026 BRI Pererat Kebersamaan Nasabah Premium dan Mitra Bisnis
-
Jejak Pengabdian Serda Hengki yang Terhenti dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
-
Evakuasi Dramatis Satu Jam Pekerja Pabrik Marmer di Gresik yang Tewas Tertimpa Reruntuhan