SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kepemimpinan yang adaptif dan inovatif merupakan kunci dalam meningkatkan kinerja organisasi sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas di tengah dinamika perubahan yang berlangsung sangat cepat.
Penegasan tersebut disampaikan Khofifah saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan II Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur di Aula BPSDM Jatim, Surabaya, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, pemimpin birokrasi saat ini tidak cukup hanya mampu menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga dituntut memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta melahirkan berbagai inovasi yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI yang kembali memberikan kepercayaan kepada BPSDM Provinsi Jawa Timur sebagai penyelenggara PKN Tingkat II.
"Kepercayaan ini merupakan amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara di Indonesia," ujarnya.
Sejalan dengan itu, Gubernur Khofifah turut menyampaikan selamat kepada 60 peserta yang berasal dari kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota dari berbagai daerah di Indonesia yang telah menyelesaikan proses pembelajaran selama kurang lebih empat bulan melalui metode blended learning.
Menurutnya, keikutsertaan peserta dari berbagai daerah menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap kualitas penyelenggaraan PKN II di BPSDM Jawa Timur. Lebih dari itu, keberagaman asal peserta menjadi modal penting dalam memperkuat jejaring kepemimpinan nasional, memperluas kolaborasi antardaerah, serta memperkaya praktik-praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Hal tersebut selaras dengan tema PKN II tahun ini, yakni "Kepemimpinan Adaptif Berbasis Empati untuk Mendukung Penguatan Tata Kelola Pelayanan Publik sebagai Fondasi Resiliensi Nasional." Menurut Khofifah, tema tersebut sangat relevan dengan tantangan birokrasi dewasa ini yang ditandai oleh perubahan yang cepat, ketidakpastian global, kompleksitas persoalan publik, perkembangan teknologi, hingga berbagai krisis yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
Oleh sebab itu, seorang pemimpin birokrasi dituntut memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, membangun inovasi yang memberikan solusi atas berbagai tantangan, memiliki empati terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu membangun kolaborasi lintas sektor, lintas wilayah, dan lintas kepentingan.
Baca Juga: Khofifah Apresiasi Peran Polri dalam Melayani Masyarakat di Hari Bhayangkara ke-80
"Keberhasilan birokrasi bukan diukur dari banyaknya regulasi yang diterbitkan, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat melalui pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, berkualitas, transparan, dan berkeadilan," katanya.
Lebih jauh, Khofifah mengatakan bahwa birokrasi yang adaptif dan inovatif merupakan salah satu prasyarat penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju. Sebab, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, kekuatan institusi, kemampuan berinovasi, serta efektivitas tata kelola pemerintahan.
Karena itu, kepemimpinan yang adaptif dan inovatif harus mampu mendorong perubahan di lingkungan kerja masing-masing sehingga setiap kebijakan dan program yang dihasilkan benar-benar memberikan nilai tambah bagi organisasi maupun masyarakat.
Sebagai bukti bahwa kepemimpinan yang adaptif dan inovatif mampu menghasilkan perubahan nyata, Khofifah memaparkan berbagai capaian strategis yang berhasil diraih Jawa Timur. Pada Triwulan I Tahun 2026, perekonomian Jawa Timur tumbuh sebesar 5,96 persen (year on year), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,39 persen.
Jawa Timur juga tetap menjadi kontributor terbesar kedua perekonomian nasional di Pulau Jawa, sekaligus memperkuat posisinya sebagai Center of Gravity dan Gerbang Baru Nusantara yang didukung oleh kawasan industri, kawasan ekonomi, jaringan pelabuhan, bandara, serta infrastruktur jalan tol yang terus berkembang.
Kinerja positif tersebut juga tercermin pada berbagai sektor strategis lainnya. Di bidang ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen atau lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional. Sementara di sektor pangan, Jawa Timur kembali menjadi produsen padi terbesar nasional sekaligus mempertahankan dominasinya pada berbagai komoditas peternakan strategis.
Berita Terkait
-
Khofifah Apresiasi Peran Polri dalam Melayani Masyarakat di Hari Bhayangkara ke-80
-
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Meriahkan Jalan Sehat
-
Gubernur Khofifah Buka Jambore Perhutanan Sosial di Madiun: Dorong KUPS dan Penguatan Agroforestri
-
Buka Expo Konstruksi, Gubernur Khofifah Optimistis pada Penciptaan Lapangan Kerja di Jatim
-
Gubernur Khofifah Kuatkan Daya Beli Lewat Pasar Murah, Kendalikan Inflasi dan Sediakan Bahan Pokok
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Gubernur Khofifah Tutup PKN II Angkatan II/2026 di BPSDM Jatim, Tegaskan Kepemimpinan Inovatif
-
20 Nyawa dalam Misteri: KMN Entok Hilang Kontak, Perairan Kangean Disisir Habis-habisan
-
Solar Langka: Jeritan Nelayan Pamekasan yang Terpasung di Darat
-
Tergiur Upah Jutaan, Dua Wanita Penyelundup Sabu Berujung Sial di Lapas Surabaya
-
Madiun Guncang Dunia: Trionda Bola Tercanggih Piala Dunia 2026 Ternyata Made in Jatim