Ronald Seger Prabowo
Senin, 03 Agustus 2026 | 08:27 WIB
Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang berpenumpang sekitar 250 orang penumpang tersebut mengalami kebakaran saat melakukan pelayaran dari Surabaya ke Makassar dan saat ini masih belum bisa dipastikan jumlah korbannya. ANTARAFOTO/Umarul Faruq/sgd/pri. [ANTARA FOTO/Umarul Faruq]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 113 korban kebakaran KMP Mutiara Santosa II tiba di Pelabuhan Tanjung Perak menggunakan KM Meratus Pematang Siantar pada Minggu malam.
  • Basarnas mencatat total 236 korban berhasil dievakuasi dari perairan utara Sumenep, yang terdiri dari 231 selamat dan lima meninggal dunia.
  • Petugas gabungan menyiagakan posko DVI dan memberikan layanan kesehatan intensif bagi seluruh penyintas di Gedung Gapura Surya Nusantara.

SuaraJatim.id - Sebanyak 111 korban selamat dan dua korban meninggal dunia akibat kebakaran KMP Mutiara Santosa II di Perairan Utara Sumenep, Jawa Timur, tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (2/8/2026) malam.

KMP Mutara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar sebelumnya terbakar di perairan utara Sumenep, Madura.

Berdasarkan data Badan SAR Nasional (Basarnas) hingga pukul 18.00 WIB, total korban KMP Mutiara Sentosa 2 yang berhasil dievakuasi sebanyak 232 orang yang terdiri dari 227 orang selamat, dan lima lainnya meninggal dunia.

Namun, belum ada data pasti terkait apakah seluruh korban merupakan penumpang, atau juga termasuk awak kapal.

Mereka dievakuasi menggunakan KM Meratus Pematang Siantar yang menjadi kapal dengan jumlah penumpang selamat terbanyak dalam operasi penyelamatan.

KM Meratus Pematang Siantar bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak sekitar pukul 23.15 WIB. Proses evakuasi berlangsung secara bertahap dengan pengawalan petugas gabungan yang telah bersiaga di dermaga.

Sebelum meninggalkan kapal, seluruh korban selamat menjalani proses triase oleh tim kesehatan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik korban sekaligus menentukan tingkat prioritas penanganan medis.

Setiap korban kemudian dipasangi gelang penanda sesuai kategori kondisi kesehatannya, mulai dari luka ringan hingga membutuhkan penanganan khusus.

Sementara itu, dua korban meninggal dunia dievakuasi menggunakan kantong jenazah sebelum dipindahkan ke ambulans untuk dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga: Rumah 2 Lantai Terbakar di Simo Gunung Surabaya, 6 Penghuni Luka-luka

Usai proses evakuasi di dermaga, para korban selamat diarahkan menuju Gedung Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak. Di lokasi tersebut, petugas melakukan pendataan identitas, pemeriksaan kesehatan lanjutan, serta memberikan layanan bagi para penyintas.

Untuk mendukung proses identifikasi korban, tim gabungan juga membuka Posko Disaster Victim Identification (DVI) dan Posko Ante Mortem di kawasan pelabuhan. Posko tersebut disiapkan guna mempercepat identifikasi korban meninggal sekaligus memberikan pelayanan kepada keluarga yang mencari anggota keluarganya.

Hingga Senin (3/8/2026) sekitar pukul 01.40 WIB, proses pendataan, pemeriksaan kesehatan, dan penanganan korban masih terus berlangsung.

Berdasarkan data Posko Basarnas hingga pembaruan pukul 22.20 WIB, sebanyak 236 korban berhasil dievakuasi dalam operasi SAR, terdiri atas 231 korban selamat dan lima korban meninggal dunia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 113 korban, yakni 111 korban selamat dan dua korban meninggal dunia, dibawa ke Pelabuhan Tanjung Perak menggunakan KM Meratus Pematang Siantar.

Sementara 123 korban lainnya, terdiri atas 120 korban selamat dan tiga korban meninggal dunia, dievakuasi menggunakan kapal lain menuju lokasi penanganan yang telah ditentukan oleh tim SAR gabungan.

Load More