- H Ridwan menyewa pesawat Susi Air senilai Rp110 juta pada Sabtu, 1 Agustus 2026, demi mengevakuasi ibunya dari RSUD Umar Mas’ud Bawean ke Surabaya.
- Evakuasi udara darurat tersebut dilakukan karena cuaca ekstrem menghambat kapal logistik, sehingga stok oksigen rumah sakit menipis hingga hari Minggu sore.
- Ridwan berharap pemerintah segera meningkatkan cadangan logistik oksigen medis di pulau terluar guna mengantisipasi cuaca buruk yang sulit diprediksi.
SuaraJatim.id - Gelombang laut setinggi 1,5 meter di perairan Gresik-Bawean tak hanya membawa buih dan gemuruh. Bagi H Ridwan, amukan ombak itu adalah lonceng peringatan akan nyawa sang ibu yang tengah berada di ujung tanduk.
Di balik isolasi Pulau Bawean yang lumpuh akibat cuaca ekstrem, terselip kisah dramatis tentang pengorbanan, cinta, dan harga mahal sebuah napas.
Ketika kapal-kapal logistik tak berani membelah lautan, persediaan oksigen medis di RSUD Umar Mas’ud Bawean perlahan menipis.
Ridwan, pengusaha asal Desa Sungaiteluk, harus menghadapi kenyataan pahit. Ibunya yang sudah lima hari berjuang di ruang ICU dan IGD terancam kehabisan pasokan udara esensial.
Kabar yang diterima Ridwan begitu menyesakkan. Oksigen yang menopang hidup ibunya diperkirakan hanya mampu bertahan hingga Minggu sore.
Sementara itu, cakrawala masih tertutup mendung dan laut masih terlalu berbahaya untuk diseberangi kapal pengangkut tabung oksigen.
Tak ingin membiarkan ibunya menyerah pada keadaan, Ridwan mengambil keputusan ekstrem yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia memutuskan untuk membawa sang ibu melalui udara.
"Informasi yang saya dapat, persediaan oksigen menipis karena tidak ada kapal berlayar. Kalau tidak dirujuk, oksigen ibu saya hanya bertahan sampai Minggu sore," ucap Ridwan, Senin (3/8/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Sabtu (1/8/2026), sebuah pesawat Susi Air mendarat di Bandara Harun Thohir Bawean. Pesawat itu tidak mengangkut wisatawan, melainkan menjadi ambulans udara eksklusif untuk satu nyawa. Ridwan harus merogoh kocek hingga Rp110 juta hanya untuk biaya sewa pesawat menuju Bandara Juanda Surabaya.
Baca Juga: Tragedi Menyalip di Sampang: Ibu Muda Tewas Terhempas, Bayi 8 Bulan Alami Patah Tulang
Namun, bagi Ridwan, uang ratusan juta itu hanyalah angka. Tantangan sebenarnya adalah prosedur medis yang rumit.
"Uang saja tidak cukup. Semua formulir dan persyaratan medis ketat dari maskapai harus dipenuhi dulu. Belum lagi biaya-biaya pendukung lainnya," tambahnya.
Proses evakuasi ini menjadi bukti betapa mahalnya akses kesehatan bagi warga di pulau terpencil saat alam sedang tidak bersahabat.
Meski harus mengeluarkan biaya fantastis demi keselamatan ibunya, Ridwan tidak menaruh dendam pada pihak rumah sakit.
Sebaliknya, ia memberikan apresiasi setinggi langit kepada para dokter dan perawat di RSUD Umar Mas’ud yang ia nilai sangat profesional dan sigap mendampingi ibunya di masa kritis.
Persoalannya, menurut Ridwan, bukan pada sumber daya manusia, melainkan pada ketahanan logistik daerah terpencil. Dia berharap peristiwa ini menjadi tamparan bagi pemerintah agar lebih serius menyiapkan cadangan (buffer stock) oksigen di pulau-pulau terluar.
Berita Terkait
-
Tragedi Menyalip di Sampang: Ibu Muda Tewas Terhempas, Bayi 8 Bulan Alami Patah Tulang
-
Di Balik Remang Warung Pangku Gresik: HIV, Sifilis, hingga Jeratan Sabu Terbongkar
-
Evakuasi Dramatis Satu Jam Pekerja Pabrik Marmer di Gresik yang Tewas Tertimpa Reruntuhan
-
Oknum ASN Gresik Resmi Ditahan Usai Jual Mimpi Jadi PPPK Lewat SK Bodong
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Belum Cetak Laba, Pikap Kopdes Blitar Hancur Ditabrak Fortuner: Kades Bingung Ganti Rugi Rp85 Juta
-
Gerbang UINSA Surabaya Dirantai dan Disegel, Ratusan Mahasiswa Ngotot Desak Rektor Mundur
-
Serunya Berburu Karya Lokal di BRIZZI ARKIV, Ada di Blok M Hub
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Bechi Anak Kiai Jombang Terpidana Kekerasan Seksual Santriwati Ternyata Diam-diam Bebas