- Pengurus Yayasan Masjid Rahmad dan warga menghentikan proyek di Jalan Pandegiling Surabaya pada Jumat, 7 Agustus 2026.
- Aksi tersebut dilakukan karena yayasan mengklaim memiliki sertifikat resmi BPN atas tanah wakaf yang diduga diserobot.
- Kasus sengketa lahan ini telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya dan disertai proses mediasi hukum perdata yang berlangsung alot.
Massa aksi sempat memblokade jalan di depan Pandegiling 145 Surabaya, hingga mengakibatkan kemacetan cukup panjang, membuat Kuasa Hukum Ahli Waris M. Yasin, yakni Hendra Sihombing datang dan sempat berteriak-teriak mencoba membubarkan massa aksi.
Ketegangan sempat terjadi diantara kedua belah pihak dengan beradu mulut, pihak Yayasan Masjid Rahmad juga meminta Kuasa Hukum mengeluarkan bukti kepemilikan namun hanya melalui gambar seluler.
Saat diwawancarai awak media, Hendra menegaskan, massa yang datang ini cuma memakai akta ikrar wakaf.
"Jadi, mereka ini berkeras bahwa mereka memperoleh dari akta ikrar wakaf nomor 4. Saya sudah mempelajari akta ikrar nomor 4-nya bahwa dinyatakan di sana yang diberikan oleh Haji Ilyas. Jadi, tadi itu bohong bahwa mereka dari perponding. Itu dari Haji Ilyas," tegasnya.
Usai mendinginnya perdebatan tersebut, massa aksi mulai membubarkan diri secara tertib.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
-
Bernardo Tavares Persembahkan Gelar Piala Presiden 2026 untuk Bonek dan Bonita
-
Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya
-
Akui Persib Favorit, Bernardo Tavares: Persebaya Datang Bukan untuk Menyerah
-
Lolos ke Final Piala Presiden 2026, Bernardo Tavares Puji Mental Baja Pemain Persebaya
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Emak-emak Surabaya Demo Tolak Pajak Pembalut
-
Pakai Sistem Ranjau dan Dompet Digital, Bisnis Sabu di Surabaya Terbongkar
-
Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah
-
Tim SAR Gabungan Kerahkan 50 Personel Cari Dua Pendaki yang Hilang di Gunung Semeru
-
PB Alkhairaat Dukung Langkah Presiden Prabowo Bersihkan Anasir Pengganggu Stabilitas Nasional