Wakos Reza Gautama
Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:25 WIB
Fitra, pemuda asal Bandung, Jawa Barat, dilaporkan hilang dari KM Sumber Sejati pada 17 Agustus 2026. [ist]
Baca 10 detik
  • Fitra, pemuda asal Bandung, Jawa Barat, dilaporkan hilang dari KM Sumber Sejati pada 17 Agustus 2026
  • Peristiwa tersebut terjadi di Samudra Hindia, berjarak sekitar 368 kilometer atau 198,83 mil laut dari Pantai Popoh, Tulungagung.
  • Tim SAR gabungan dan kepolisian terkendala jarak jauh sehingga hanya melakukan pemantauan serta koordinasi dengan kapal yang melintas.

SuaraJatim.id - Samudra Hindia yang luas dan tak bertepi menyimpan rahasia kelam bagi awak kapal KM Sumber Sejati. Di tengah gulita malam, sekitar 368 kilometer dari bibir Pantai Popoh, Tulungagung, seorang pemuda bernama Fitra Fauzi Akbar (22) dikabarkan hilang secara misterius dari atas kapalnya.

Insiden yang menggegerkan jagat maritim ini menyisakan tanda tanya besar. Pasalnya, hanya berselang tiga jam sebelum dinyatakan hilang, Fitra masih terlihat beraktivitas normal seperti kru lainnya.

Senin dini hari, 17 Agustus 2026, jarum jam menunjukkan pukul 00.00 WIB. Suasana di KM Sumber Sejati masih tampak biasa.

Fitra, pemuda asal Bandung, Jawa Barat tersebut, sempat terlihat bersantai sambil memainkan telepon selulernya bersama seorang rekan kerja. Tak ada firasat buruk, tak ada tanda-tanda kegelisahan.

Setelah puas menatap layar ponsel, Fitra pamit untuk beristirahat di kamarnya. Itulah terakhir kalinya sosok Fitra terlihat oleh ke-32 rekan kru lainnya.

Petaka baru disadari pada pukul 03.00 WIB. Saat seorang rekan mendatangi kamar untuk membangunkannya bekerja, Fitra sudah tidak ada. Kamarnya kosong.

Pencarian kilat dilakukan ke seluruh sudut kapal, namun pemuda itu seperti hilang ditelan kepekatan malam samudera.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, mengonfirmasi bahwa posisi terakhir kapal berada di koordinat 11°59'47.00" LS dan 111°37'39.00" BT. Jaraknya mencapai 198,83 mil laut dari daratan terdekat.

"Jarak lokasi kejadian sangat jauh, mencapai 368 kilometer dari pantai. Ini menjadi kendala utama dalam proses pencarian langsung," ujar Nanang, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Pulang Diam-Diam dari Malaysia, TKI Tulungagung Temukan Oknum Polisi di Kamar Bersama Istri

Jauhnya lokasi membuat tim SAR gabungan harus memutar otak. Operasi pencarian konvensional dengan menyisir permukaan air hampir mustahil dilakukan secara efektif mengingat bahan bakar dan waktu tempuh yang luar biasa besar.

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan dan kepolisian hanya bisa melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan kapal-kapal yang melintas di jalur tersebut.

Harapan kini digantungkan pada kapal-kapal niaga atau nelayan lain yang mungkin menemukan tanda-tanda keberadaan Fitra di tengah luasnya Samudra Hindia.

KM Sumber Sejati sendiri sebelumnya sempat singgah di Pantai Popoh karena kerusakan mesin, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju jantung samudera yang kini menjadi lokasi hilangnya salah satu putra terbaik Bandung tersebut. (ANTARA)

Load More