Wakos Reza Gautama
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:12 WIB
Ilustrasi Polisi menangkap pelaku berinisial IS di Ponorogo setelah korban melaporkan penipuan tersebut kepada pihak berwajib. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Pekerja migran berinisial S kehilangan tabungan Rp622 juta akibat penipuan berkedok janji pernikahan oleh IS.
  • Kasus bermula dari perkenalan media sosial pada tahun 2020 saat korban bekerja di Hong Kong.
  • Polisi menangkap pelaku berinisial IS di Ponorogo setelah korban melaporkan penipuan tersebut kepada pihak berwajib.

SuaraJatim.id - Selama empat tahun, S (48) memeras keringat di Hong Kong. Di bawah langit beton negara orang, ia bertahan dari lelah dan rindu demi satu tujuan pulang ke Indonesia untuk membangun biduk rumah tangga bersama pria impiannya.

Namun, mimpi indah itu hancur berkeping-keping. Bukan karena maut, melainkan karena sebuah skenario cinta palsu yang menguras habis tabungan masa tuanya sebesar Rp622 juta.

Pria yang ia anggap sebagai pelabuhan terakhir, IS (43), warga asal Blitar, kini tak lagi berada dalam pelukannya, melainkan mendekam di balik jeruji besi setelah ditangkap polisi di depan Terminal Seloaji, Ponorogo.

Kisah pilu ini bermula di tahun 2020. Di sela-sela kesibukannya bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), S mengenal IS melalui media sosial Facebook.

Rayuan manis dan janji-janji surga mengalir deras melalui pesan WhatsApp. IS mengaku sebagai pria lajang yang siap meminang S dan menantinya pulang ke tanah air.

"Pelaku mengaku belum menikah dan berjanji akan menikahi korban setelah pulang ke Indonesia," ujar Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto, Sabtu (8/8/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Percaya sepenuhnya pada sang calon suami, S mulai mengirimkan uang hasil jerih payahnya secara bertahap. Alasan IS beragam mulai dari untuk ditabung bersama, modal usaha saat mereka menikah nanti, hingga membeli kendaraan sebagai aset berdua. Selama bertahun-tahun, tanpa rasa curiga, S terus mentransfer pundi-pundi rupiah hingga mencapai lebih dari setengah miliar rupiah.

Momen yang paling dinantikan pun tiba. S menyelesaikan kontrak kerjanya dan mendarat di Indonesia. Bayangannya adalah disambut dengan senyuman dan rencana pernikahan yang matang. Namun, saat S menanyakan uang yang selama ini ia titipkan, IS mulai menunjukkan wajah aslinya.

Seribu satu alasan dilontarkan pria asal Blitar tersebut. Hingga puncaknya, kontak WhatsApp yang biasanya penuh dengan kata manis, mendadak mati total.

Baca Juga: Senyum Terakhir di KMP Mutiara Sentosa 2: Rencana Pernikahan Sari yang Kandas di Laut Sapudi

IS menghilang bak ditelan bumi, membawa pergi seluruh tabungan yang dikumpulkan S dari tetesan keringat selama bertahun-tahun di negeri orang.

Sadar dirinya hanya menjadi mesin uang bagi sang kekasih gelap, S pun melaporkan pengkhianatan ini ke Polsek Tulungagung Kota.

Perburuan pun dimulai. Tim Jatanras melakukan penelusuran dari Blitar hingga akhirnya mendapati jejak IS di Kabupaten Ponorogo.

Pelarian IS berakhir saat polisi menyergapnya di kawasan Terminal Seloaji. Tanpa perlawanan, ia mengakui semua perbuatannya.

Load More