- Pekerja migran berinisial S kehilangan tabungan Rp622 juta akibat penipuan berkedok janji pernikahan oleh IS.
- Kasus bermula dari perkenalan media sosial pada tahun 2020 saat korban bekerja di Hong Kong.
- Polisi menangkap pelaku berinisial IS di Ponorogo setelah korban melaporkan penipuan tersebut kepada pihak berwajib.
SuaraJatim.id - Selama empat tahun, S (48) memeras keringat di Hong Kong. Di bawah langit beton negara orang, ia bertahan dari lelah dan rindu demi satu tujuan pulang ke Indonesia untuk membangun biduk rumah tangga bersama pria impiannya.
Namun, mimpi indah itu hancur berkeping-keping. Bukan karena maut, melainkan karena sebuah skenario cinta palsu yang menguras habis tabungan masa tuanya sebesar Rp622 juta.
Pria yang ia anggap sebagai pelabuhan terakhir, IS (43), warga asal Blitar, kini tak lagi berada dalam pelukannya, melainkan mendekam di balik jeruji besi setelah ditangkap polisi di depan Terminal Seloaji, Ponorogo.
Kisah pilu ini bermula di tahun 2020. Di sela-sela kesibukannya bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), S mengenal IS melalui media sosial Facebook.
Rayuan manis dan janji-janji surga mengalir deras melalui pesan WhatsApp. IS mengaku sebagai pria lajang yang siap meminang S dan menantinya pulang ke tanah air.
"Pelaku mengaku belum menikah dan berjanji akan menikahi korban setelah pulang ke Indonesia," ujar Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto, Sabtu (8/8/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Percaya sepenuhnya pada sang calon suami, S mulai mengirimkan uang hasil jerih payahnya secara bertahap. Alasan IS beragam mulai dari untuk ditabung bersama, modal usaha saat mereka menikah nanti, hingga membeli kendaraan sebagai aset berdua. Selama bertahun-tahun, tanpa rasa curiga, S terus mentransfer pundi-pundi rupiah hingga mencapai lebih dari setengah miliar rupiah.
Momen yang paling dinantikan pun tiba. S menyelesaikan kontrak kerjanya dan mendarat di Indonesia. Bayangannya adalah disambut dengan senyuman dan rencana pernikahan yang matang. Namun, saat S menanyakan uang yang selama ini ia titipkan, IS mulai menunjukkan wajah aslinya.
Seribu satu alasan dilontarkan pria asal Blitar tersebut. Hingga puncaknya, kontak WhatsApp yang biasanya penuh dengan kata manis, mendadak mati total.
Baca Juga: Senyum Terakhir di KMP Mutiara Sentosa 2: Rencana Pernikahan Sari yang Kandas di Laut Sapudi
IS menghilang bak ditelan bumi, membawa pergi seluruh tabungan yang dikumpulkan S dari tetesan keringat selama bertahun-tahun di negeri orang.
Sadar dirinya hanya menjadi mesin uang bagi sang kekasih gelap, S pun melaporkan pengkhianatan ini ke Polsek Tulungagung Kota.
Perburuan pun dimulai. Tim Jatanras melakukan penelusuran dari Blitar hingga akhirnya mendapati jejak IS di Kabupaten Ponorogo.
Pelarian IS berakhir saat polisi menyergapnya di kawasan Terminal Seloaji. Tanpa perlawanan, ia mengakui semua perbuatannya.
Berita Terkait
-
Senyum Terakhir di KMP Mutiara Sentosa 2: Rencana Pernikahan Sari yang Kandas di Laut Sapudi
-
Lapas Jadi Markas Penipuan Online, Polda Jatim Bongkar Sindikat Emas Palsu
-
Puluhan Warga Tulungagung Tumbang Keracunan MBG, Kasus Sengaja Ditutup-tutupi?
-
40 Saksi Diperiksa, Kejari Tulungagung Segera Ungkap Tersangka Korupsi Tanah Griyo Dalem Kanjengan?
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor
-
Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini
-
Pemkot Surabaya Rebut Kembali Lahan Senilai Hampir Rp1 Triliun
-
Dicecar Kasus Dugaan Penipuan Rp214 Juta, Wawali Blitar: Jangan Tanya di Luar Urusan KONI
-
Dicap Underbow PKI oleh Majalah Terbitan Kemenag, GMNI Meradang: Fatal, Ini Bukan Sekadar Typo