Wakos Reza Gautama
Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:14 WIB
Kaum Nahdliyin memenuhi area Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, saat pembukaan Muktamar ke-35 NU, Kamis (27/8/2026). [Suara.com/Dimas Angga]
Baca 10 detik
  • KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi menerima mandat pencalonan Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.
  • Gus Kikin yang merupakan cicit pendiri NU memiliki rekam jejak memimpin Pesantren Tebuireng dan organisasi wilayah Jawa Timur.
  • Dalam pencalonannya, Gus Kikin memilih fokus memperkuat fondasi organisasi melalui adab, sanad keilmuan, serta silaturahmi ke berbagai daerah.

SuaraJatim.id - Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 NU kian menghangat.

Di tengah tarik-menarik kepentingan dan persaingan menuju kursi pucuk pimpinan organisasi, muncul satu figur yang justru memilih jalur berbeda. Tenang, minim gemerlap kampanye, tetapi membawa legitimasi sejarah dan pengalaman organisasi yang kuat.

Sosok itu adalah KH Abdul Hakim Mahfudz, atau akrab disapa Gus Kikin. Pengasuh Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur itu kini menjadi salah satu nama yang menguat untuk memimpin PBNU. Mandat pencalonan tersebut tidak disebut lahir dari ambisi pribadi, melainkan dari keputusan bersama struktur NU Jawa Timur.

Posisi Gus Kikin menjadi semakin strategis karena ia merupakan cicit KH M Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Ia juga dipercaya meneruskan kepemimpinan Pesantren Tebuireng setelah wafatnya KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.

Tebuireng bukan sekadar pesantren tempat Gus Kikin mengabdi. Pesantren yang didirikan KH Hasyim Asy’ari itu merupakan salah satu episentrum sejarah NU sekaligus penjaga tradisi keilmuan dan sanad yang menjadi bagian penting dari identitas Nahdlatul Ulama.

Proses suksesi kepemimpinan Tebuireng pun berlangsung panjang. Sejak 2016, Gus Sholah disebut telah meminta Gus Kikin mempersiapkan diri melalui musyawarah keluarga besar keturunan KH Hasyim Asy’ari.

Dari Tebuireng, Gus Kikin kemudian melangkah ke panggung organisasi yang lebih luas.

Ia pernah dipercaya menjadi Penjabat Ketua PWNU Jawa Timur menggantikan KH Marzuqi Mustamar. Selanjutnya, Gus Kikin terpilih sebagai Ketua PWNU Jawa Timur periode 2024-2029.

Pengalaman mengelola pesantren, memimpin organisasi di Jawa Timur sebagai salah satu basis terbesar NU, hingga pengalaman di dunia usaha membuat Gus Kikin dinilai memiliki modal kepemimpinan yang relatif lengkap.

Baca Juga: Tagih Utang ke Gus Yahya, Presiden Prabowo: Beri Saya Kartu NU, Saya Datang Lagi!

Pengasuh Pondok Pesantren Al Aqobah International School (AIS) Jombang, KH A. Junaidi Hidayat, menilai pemimpin NU tidak cukup hanya memiliki kapasitas keilmuan agama.

“Seorang pemimpin di Nahdlatul Ulama itu sebagai sebuah organisasi besar, maka tidak hanya dibutuhkan kapasitas keilmuan di bidang agama, tetapi juga harus punya kemampuan secara utuh di bidang manajerial, kemampuan jaringan, kemampuan membangun kekuatan NU secara ekonomi, pendidikan, maupun pergerakannya,” kata KH Junaidi.

Menurut dia, Gus Kikin memiliki sejumlah modal tersebut. “Gus Kikin punya kemampuan yang lebih utuh. Beliau juga seorang pengusaha, punya kekuatan di bidang jaringan untuk bagaimana membangun. Di media juga beliau pernah punya media televisi,” ujarnya.

Mandat dari Struktur NU Jawa Timur

Penguatan nama Gus Kikin semakin terlihat setelah PWNU Jawa Timur bersama PCNU se-Jawa Timur pada Juli 2026 sepakat menugaskannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.

Wakil Rais PWNU Jawa Timur, KH Abdul Matin Djawahir, menegaskan keputusan tersebut bukanlah dorongan pribadi Gus Kikin.

Load More