Ronald Seger Prabowo
Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:01 WIB
Pembukaan Muktamar ke-35 NU atau Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026), menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen organisasi dalam memperkuat kehidupan keumatan sekaligus kebangsaan. [Beritajatim]
Baca 10 detik
  • Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang menggelar Pembukaan Muktamar ke-35 NU pada 27 Agustus 2026.
  • Gus Yahya mengajak warga NU menerapkan semangat tolong-menolong demi memperkuat persatuan seluruh elemen bangsa.
  • Presiden Prabowo menyatakan bahwa penguatan organisasi dan kerukunan Nahdlatul Ulama sangat penting bagi kemajuan Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto yang hadir sekaligus membuka Muktamar Ke-35 NU menegaskan bahwa organisasi tersebut merupakan salah satu aset besar bangsa Indonesia.

Prabowo mengapresiasi sejarah panjang kontribusi ulama, kiai, dan pesantren dalam perjalanan perjuangan bangsa. Salah satunya tercermin melalui lagu Syubbanul Wathon karya KH Abdul Wahab Hasbullah yang diciptakan jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Presiden juga menyoroti besarnya peran ulama dan pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan, terutama saat Pertempuran Surabaya pada Oktober hingga November 1945.

“Karena kemerdekaan bangsa Indonesia memang diproklamasikan di Jakarta, tapi kemerdekaan bangsa Indonesia diuji di Surabaya. Dan dalam pertempuran Surabaya Oktober-November tahun 1945, peran dari ulama, peran dari kiai-kiai, peran daripada pesantren sangat besar,” kata Prabowo.

Menurutnya, sejarah tersebut menunjukkan bahwa NU memiliki ikatan kuat dengan perjalanan bangsa Indonesia. Karena itu, kekuatan dan kerukunan NU dinilai memiliki arti penting bagi kokohnya persatuan nasional.

“NU kuat artinya Indonesia kuat. Kalau NU rukun, Indonesia rukun. NU berkhidmat, Indonesia bermartabat,” tuturnya.

Muktamar Ke-35 NU pun tidak hanya menjadi forum organisasi untuk menentukan arah perjalanan NU ke depan, tetapi juga menjadi panggung peneguhan komitmen terhadap persatuan, penguatan kualitas umat, serta kontribusi nyata dalam menjaga dan membangun Indonesia.

Load More