- Atap ruang kelas III SDN 3 Wonorejo Tulungagung ambruk akibat kayu lapuk pada Senin, 17 Agustus 2026.
- Sebanyak 86 siswa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar secara bergantian di dalam tenda darurat BPBD.
- Pihak sekolah telah mengajukan perbaikan ke Dinas Pendidikan Tulungagung agar masuk dalam APBD 2027.
SuaraJatim.id - Di SDN 3 Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, tidak ada lagi riuh rendah tawa di dalam kelas yang sejuk. Yang ada hanya sebuah tenda darurat berwarna oranye milik BPBD berdiri kaku.
Nasib pilu ini bermula pada Senin (17/8/2026) lalu. Saat jarum jam menunjukkan pukul 12.00 WIB, terdengar suara gemuruh.
Atap ruang kelas III ambruk, luluh lantak rata dengan lantai. Kayu-kayu penyangga yang telah lapuk dimakan usia tak lagi sanggup menopang beban.
"Untungnya, saat kejadian aktivitas belajar sudah selesai. Tidak ada siswa maupun guru di dalam," ujar Kepala SDN 3 Wonorejo, Indah Dwi Listiana.
Meski tak ada korban jiwa, reruntuhan itu menyisakan lubang besar pada sistem belajar-mengajar mereka. Kini, tenda berukuran 6x4 meter itulah yang menjadi tempat baru bagi para siswa.
Karena ruang yang terbatas, pihak sekolah harus memutar otak. Sistem sif pun diberlakukan. Siswa kelas II masuk lebih pagi, mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, lalu estafet ilmu dilanjutkan oleh siswa kelas IV hingga tengah hari.
Namun, belajar di bawah terpal plastik tentu jauh dari kata nyaman. M. Ikhsan Rafli Al Faris, salah satu siswa kelas II, sesekali menyeka keringat yang membasahi dahinya. Buku tulisnya terkadang terasa lembap oleh uap panas yang terperangkap di dalam tenda.
"Panas kalau sudah siang. Kurang nyaman belajarnya," keluh Ikhsan.
Namun, di balik keluhannya, tersirat keteguhan. Ia tetap bertahan, memelototi papan tulis demi masa depan yang lebih kokoh dari atap sekolahnya yang runtuh.
Baca Juga: Bancakan Dana SMP di Sampang: Uang Rehabilitasi Sekolah Rp2,7 Miliar Menguap, Eks Kadisdik Masuk Sel
SDN 3 Wonorejo dihuni oleh 86 siswa yang kini menggantungkan harapan pada selembar surat usulan pembangunan ruang kelas baru.
Pihak sekolah telah mengetuk pintu Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung agar anggaran perbaikan bisa masuk dalam APBD Tahun 2027.
Artinya, jika proses birokrasi berjalan mulus, Ikhsan dan kawan-kawannya masih harus melewati ratusan hari lagi di bawah tenda darurat atau menumpang di musala sekolah yang sempit.
"Harapannya cuma satu, ruang kelas bisa segera dibangun kembali supaya belajar lebih nyaman," tutup Ikhsan. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Bancakan Dana SMP di Sampang: Uang Rehabilitasi Sekolah Rp2,7 Miliar Menguap, Eks Kadisdik Masuk Sel
-
Misteri Makam Tanpa Jasad di Tulungagung: Jejak Abad ke-16 yang Terkubur 3 Meter di Bawah Tanah
-
Impian Haji Berubah Jadi Petaka, Calon Jamaah Terlantar di Malaysia Akibat Dugaan Penipuan
-
Polisi Selidiki Bentrokan Berdarah Kelompok Perguruan Silat di Rejotangan Tulungagung
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk
Pilihan
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
Terkini
-
Terkuak! Semburan Lumpur di Jalan Dupak Surabaya Ternyata Pipa Raksasa Petrokimia Gresik Bocor
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, BRI Perkuat Peran BRILink Agen di Desa: Giatkan Ekonomi Lokal
-
Survei Arawicaksa: Kepuasan Kinerja Prabowo-Gibran Hanya 50,1 Persen, Harga Pangan Jadi PR Utama
-
Geger Semburan Lumpur Muncul di Jalan Dupak Surabaya, Warga Khawatir Lapindo Jilid 2
-
Skandal di Ruang Kelas: Dosen UPN Veteran Jatim Diduga Paksa Cium Mahasiswi Hukum