Wakos Reza Gautama
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:21 WIB
Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui BPBD mendirikan tenda darurat sebagai ruang belajar sementara bagi siswa SDN 3 Wonorejo, Pagerwojo, setelah atap salah satu ruang kelas runtuh diduga akibat pelapukan struktur bangunan. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Atap ruang kelas III SDN 3 Wonorejo Tulungagung ambruk akibat kayu lapuk pada Senin, 17 Agustus 2026.
  • Sebanyak 86 siswa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar secara bergantian di dalam tenda darurat BPBD.
  • Pihak sekolah telah mengajukan perbaikan ke Dinas Pendidikan Tulungagung agar masuk dalam APBD 2027.

SuaraJatim.id - Di SDN 3 Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, tidak ada lagi riuh rendah tawa di dalam kelas yang sejuk. Yang ada hanya sebuah tenda darurat berwarna oranye milik BPBD berdiri kaku.

Nasib pilu ini bermula pada Senin (17/8/2026) lalu. Saat jarum jam menunjukkan pukul 12.00 WIB, terdengar suara gemuruh.

Atap ruang kelas III ambruk, luluh lantak rata dengan lantai. Kayu-kayu penyangga yang telah lapuk dimakan usia tak lagi sanggup menopang beban.

"Untungnya, saat kejadian aktivitas belajar sudah selesai. Tidak ada siswa maupun guru di dalam," ujar Kepala SDN 3 Wonorejo, Indah Dwi Listiana.

Meski tak ada korban jiwa, reruntuhan itu menyisakan lubang besar pada sistem belajar-mengajar mereka. Kini, tenda berukuran 6x4 meter itulah yang menjadi tempat baru bagi para siswa.

Karena ruang yang terbatas, pihak sekolah harus memutar otak. Sistem sif pun diberlakukan. Siswa kelas II masuk lebih pagi, mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, lalu estafet ilmu dilanjutkan oleh siswa kelas IV hingga tengah hari.

Namun, belajar di bawah terpal plastik tentu jauh dari kata nyaman. M. Ikhsan Rafli Al Faris, salah satu siswa kelas II, sesekali menyeka keringat yang membasahi dahinya. Buku tulisnya terkadang terasa lembap oleh uap panas yang terperangkap di dalam tenda.

"Panas kalau sudah siang. Kurang nyaman belajarnya," keluh Ikhsan.

Namun, di balik keluhannya, tersirat keteguhan. Ia tetap bertahan, memelototi papan tulis demi masa depan yang lebih kokoh dari atap sekolahnya yang runtuh.

Baca Juga: Bancakan Dana SMP di Sampang: Uang Rehabilitasi Sekolah Rp2,7 Miliar Menguap, Eks Kadisdik Masuk Sel

SDN 3 Wonorejo dihuni oleh 86 siswa yang kini menggantungkan harapan pada selembar surat usulan pembangunan ruang kelas baru.

Pihak sekolah telah mengetuk pintu Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung agar anggaran perbaikan bisa masuk dalam APBD Tahun 2027.

Artinya, jika proses birokrasi berjalan mulus, Ikhsan dan kawan-kawannya masih harus melewati ratusan hari lagi di bawah tenda darurat atau menumpang di musala sekolah yang sempit.

"Harapannya cuma satu, ruang kelas bisa segera dibangun kembali supaya belajar lebih nyaman," tutup Ikhsan. (ANTARA)

Load More