- Warga Tulungagung membongkar makam kuno berelief unik abad ke-16 pada hari Kamis, 27 Agustus 2026.
- Tim Ahli Cagar Budaya menyatakan nisan batu andesit tersebut menunjukkan bukti kuat akulturasi budaya Islam dan Hindu-Buddha.
- Proses ekskavasi sedalam tiga meter tidak menemukan sisa tulang belulang, sehingga memicu berbagai spekulasi di kalangan warga.
SuaraJatim.id - Di bawah naungan langit Kelurahan Sembung, Tulungagung, sebuah rahasia besar dari masa transisi peradaban Nusantara perlahan terangkat ke permukaan.
Kamis (27/8/2026), suasana di pemukiman warga mendadak riuh. Cangkul dan sekop menghunjam tanah, bukan untuk membangun fondasi rumah, melainkan untuk menjemput jejak sejarah yang telah membisu selama ratusan tahun.
Sebuah makam kuno yang diduga berasal dari abad ke-16, era krusial saat fajar Islam mulai menyingsing di tanah Jawa yang masih kental dengan napas Hindu-Buddha, akhirnya dibongkar.
Bagi mata awam, nisan itu mungkin hanya bongkahan batu andesit tua. Namun, di mata Haryadi, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Tulungagung, batu tersebut adalah sebuah dokumen sejarah yang sangat berharga.
“Makam ini memiliki nisan bergaya Tembayat atau Baya,” ungkap Haryadi.
Bentuknya ikonik. Alih-alih kotak sederhana, bagian atas nisan ini melebar dan memipih, menciptakan siluet yang mengingatkan kita pada gunungan dalam jagat pewayangan atau kurawal makara kuno.
Guratan kasar bekas pahatan manual pada batu andesit tersebut seolah bercerita tentang tangan-tangan perajin masa lalu yang bekerja dengan penuh ketelitian.
Tak hanya itu, nisan ini berdiri di atas umpak batu persegi berundak. Gaya arsitektur ini merupakan perkawinan budaya yang unik, sebuah lapik bangunan suci pra-Islam yang dipadukan dengan tradisi kasepuhan Islam.
Inilah bukti nyata akulturasi kuat antara kejayaan klasik Majapahit atau Demak yang mulai bersenyawa dengan ajaran baru.
Baca Juga: Impian Haji Berubah Jadi Petaka, Calon Jamaah Terlantar di Malaysia Akibat Dugaan Penipuan
Kisah penemuan makam ini bermula pada tahun 1995. Imam Mustajib, sang pemilik lahan, mengenang saat sebuah pohon trembesi raksasa di pekarangan rumahnya ditebang. Di balik akar-akarnya yang mencengkeram bumi, nisan misterius itu pertama kali menyapa dunia.
Namun, selama puluhan tahun, identitas penghuni makam itu tetap menjadi teka-teki yang tak terpecahkan.
“Sampai sekarang, tidak ada warga yang tahu siapa yang dimakamkan di sini. Nama dan silsilahnya gelap,” tutur Imam.
Setelah melalui musyawarah panjang antar-pihak, diputuskan bahwa makam tersebut harus dipindahkan ke komplek pemakaman Kelurahan Botoran. Namun, di sinilah misteri baru dimulai.
Ekskavasi telah mencapai kedalaman tiga meter. Tanah telah dikeruk dalam-dalam, namun anehnya, tak sepotong pun tulang belulang ditemukan. Lubang itu kosong.
Mengingat usia makam yang diperkirakan mencapai 400 hingga 500 tahun, ada kemungkinan jasad di dalamnya telah hancur sepenuhnya menyatu dengan tanah. Namun, di kalangan masyarakat, spekulasi berkembang lebih liar.
Berita Terkait
-
Impian Haji Berubah Jadi Petaka, Calon Jamaah Terlantar di Malaysia Akibat Dugaan Penipuan
-
Polisi Selidiki Bentrokan Berdarah Kelompok Perguruan Silat di Rejotangan Tulungagung
-
Misteri Hilangnya Fitra di Samudera Hindia: Lenyap dari Kamar Kapal
-
Pulang Diam-Diam dari Malaysia, TKI Tulungagung Temukan Oknum Polisi di Kamar Bersama Istri
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun