Budi Arista Romadhoni
Selasa, 01 September 2026 | 16:05 WIB
Ditintelkam Polda Jatim, saat melakukan kunjungan di SIER, hingga muncul gagasan Satuan Tugas (Satgas) dan Posko Siaga Industri mengurangi premanisme berkedok ormas. [Foto : Dok Ditintelkam Polda Jatim]
Baca 10 detik
  • Ditintelkam Polda Jawa Timur menggagas Posko Siaga Industri pada Selasa, 1 September 2026, guna mencegah aksi premanisme di kawasan industri.
  • Program strategis tersebut diprioritaskan di kawasan Surabaya Industrial Estate Rungkut dan Java Integrated Industrial and Ports Estate Gresik.
  • Inisiatif kolaboratif ini bertujuan melindungi realisasi investasi semester I 2026 sebesar Rp72,7 triliun agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Polda Jatim juga melakukan sosialisasi Posko Siaga Industri kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan. Menurut Edi, seluruh elemen masyarakat perlu memiliki kesadaran bersama bahwa keamanan kawasan industri bukan hanya persoalan aparat, tetapi berkaitan langsung dengan keberlangsungan investasi dan penyerapan tenaga kerja.

Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, dibentuk pula Satuan Tugas (Satgas) dan Posko Siaga Industri yang melibatkan unsur kepolisian, pengelola kawasan industri serta stakeholder terkait.

Satgas tersebut diharapkan mampu mempercepat koordinasi, meningkatkan efektivitas deteksi dini dan menghadirkan respons cepat ketika muncul potensi gangguan keamanan.

"Melalui proyek perubahan ini, Polda Jatim diharapkan mampu menghadirkan model kolaborasi yang dapat menjadi contoh dalam pengamanan objek vital nasional, khususnya kawasan industri," katanya.

Program ini menjadi semakin penting di tengah besarnya nilai investasi yang masuk ke Jawa Timur.

Pada Semester I 2026, Jawa Timur mencatat realisasi investasi sekitar Rp72,7 triliun dan masuk jajaran tiga besar nasional sebagai daerah tujuan investasi.

Investasi tersebut tersebar dalam lebih dari 87 ribu proyek dan mampu menyerap sekitar 135 ribu tenaga kerja.

Dengan nilai investasi sebesar itu, stabilitas keamanan kawasan industri menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor.

Karena itu, keberadaan Posko Siaga Industri diharapkan tidak hanya menjadi instrumen penanganan gangguan keamanan, tetapi juga menjadi benteng awal untuk memastikan praktik premanisme tidak mengganggu aktivitas industri dan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Gubernur Khofifah Gratiskan Naik Trans Jatim pada 17 Agustus 2026

Sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden RI yang menempatkan penguatan ketahanan ekonomi, peningkatan investasi, hilirisasi industri serta kepastian hukum dan keamanan sebagai prioritas pembangunan, Polda Jatim berharap model pengamanan berbasis kolaborasi tersebut dapat memperkuat perlindungan terhadap kawasan industri strategis.

"Dengan dukungan seluruh stakeholder, sinergi yang terbangun diharapkan mampu menciptakan kawasan industri yang aman, kondusif, bebas dari aksi premanisme, sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Jawa Timur," pungkas Edi.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Load More